Fajarmanado.com — Desa Tombasian Atas Satu, Kecamatan Kawangkoan Barat, Minahasa berhasil menuntaskan pembangunan jalan rabat beton ke pekuburan umum, Senin (24/6/2019).
Ada pemandangan tak biasa saat pekerjaan kasar membangun jalan konstruksi beton itu dilakukan. Mayoritas kernek adalah wanita.
Para kaum hawa itu secara berantai mengoper material spesi dalam wadah ember ke setiap titik pengecoran, di mana sudah menunggu sejumlah pria yang siap melakukan pengecoran.
“Sudah selesai sesuai target sepanjang 400 meter,” kata Kepala Desa (Kades) Tombasian Atas Satu, Johny Tooy Wowor di Kawangkoan, Selasa (25/6/2019).
Jalan itu sendiri menghubungkan pekuburan umum desa dengan jalan raya Kawangkoan-Tumpaan, yang melintas di depan dan samping kantor desa.
Selain itu, juga merupakan akses utama jalan ke kawasan perkebunan Paperetan tembus ke jalan perkebunan Apela atau sebagai jalan lingkar Selatan-Utara Desa Tombasian Atas Satu yang berbatasan dengan wilayah perkebunan Desa Kayuuwi.
“Target kami, nantinya jalan kebun ini akan terintergrasi dengan jalan kebun yang dibuat oleh Desa Kayuuwi,” ujar Tooy, sapaan akrab Hukum Tua, sebutan khas Kades di Minahasa yang dikenal familiar ini.

Selain rabat beton 400 meter, pembangunan drainase sepanjang 300 meter pada dua sisi jalan tersebut telah tuntas pula dikerjakan.
“Ini sesuai dengan program penggunaan dana desa tahap pertama yang sebesar 140 juta lebih. Selain dua pekerjaan ini, dana desa tahap pertama dialokasikan pula pada kegiatan PKK,” jelasnya.
Seperti diberitakan pada 28 Mei 2019 dengan judul; “Tingkatkan Pendapatan Petani, Tombasian Atas Satu Bangun Jalan Kebun“, maka alokasi dana Desa Tombasian Atas Satu 2019 diprioritaskan membangun jalan perkebunan.
Kumtua Tooy mengatakan, sesuai kesepakatan bersama pemerintah dan masyarakat melalui musyawarah desa, alokasi pembangunan infrastruktur dari dana desa 2019 diarahkan membangun akses jalan perkebunan.
“Dengan adanya jalan yang representatif, akan dapat menekan biaya mobilisasi bahan-bahan pertanian, mulai dari pupuk sampai hasil panen,” katanya,Selasa (28/5/2019) malam.
Tahun 2019, APBDes Tombasian Atas Satu, yang merupakan hasil pemekaran dari Desa Tombasian Atas, ini bernilai total Rp.1,034 miliar lebih. Terdiri dari, dana desa Rp.702 juta, alokasi dana desa (ADD) Rp.300 juta dan sisanya bersumber dari dana bagi hasil pajak dan retribusi.
“Saat ini kami sementara membangun drainase dan rabat beton menuju pekuburan umum dan perkebunan di sekitarnya, karena 20 persen dana desa sudah memdapat rekomendasi pencairan,” ujar Tooy, sapaan familiar Kumtua Tombasian Atas Satu ini.
Sesuai dengan Rancangan Anggaran Pembangunan (RAP), total Rp.702 juta dana desa 2019 dialokasikan membangun 400 meter jalan konstruksi rabat beton di antara Kantor Desa dan pekuburan umum Tombasian Atas Satu, yang juga akses jalan perkebunan.
“Ini merupakan program lanjutan karena tahun lalu kami sudah membangun 412 meter di lokasi itu,” jelasnya.
Di sisi jalan tersebut, juga telah dibangun drainase sepanjang 350 meter dari total 475 meter yang akan dibangun tahun ini.
“125 meter lainnya, akan dibangun di jalan akses ke perkebunan Apela, yang ada di sisi lain desa,” paparnya.
Di ruas jalan tersebut, menurut Tooy, juga menjadi lokasi pengerasan jalan sepanjang 400 meter menuju perkebunan Apela. Konstruksi jalan yang akan dibangun sampai di wilayah berbatasan dengan Desa Kayuuwi itu, adalan Lapen (Lapis Penetrasi).
“Dana desa tahun ini ada pula yang akan dialokasikan membangun talud sepanjang 40 meter di depan kantor desa,” jelas pria yang dikenal selalu tampil simpati dan dialogis ini.
Penulis: Herly Umbas

