Manado, Fajarmanado.com – Walikota Manado G. S. Vicky Lumentut (GSVL), menghadiri acara Adat Bakar Batu yang digelar oleh Masyaakat Papua yang tinggal di Kota Manado, Minggu (17/2/2019), bertempat Kelurahan Batukota Lingkungan V, Kecamatan Malalayang.
Tradisi Bakar Batu adalah salah satu adat penting dari Papua. Bakar Batu adalah ritual memasak makanan diatas batu yang telah dibakar sampai panas membara, kemudian batu tersebut ditumpuk diatas makanan.
Nampak, GSVL berbaur dengan masyarakat Papua, bersama-sama memasak makanan yang sudah disiapkan di tumpukan batu.
Usai acara adat Bakar Batu, dilanjutkan dengan Ibadah Syukur bersama Jemaat Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) dalam perayaan HUT ke-56 Injil masuk di Tanah Papua, yang dipimpin Pdt. Thomas Wenda, STh.
Dalam khotbahnya, Pdt. Thomas Wendal, memberikan apresiasi kepada Vicky Lumentut, atas pelaksanaan acara Adat Bakar Batu kerjasama antara masyarakat Papua dan Pemkot Manado. Menurutnya, prestasi yang diraih oleh Pemkot Manado, karena Walikota GSVL menanam buah kebaikan, sehingga memerik keberhasilan.
“Keberhasilan yang dicapai Walikota GSVL selama ini (khususnya dalam memimpin Manado hampir 8 tahun), karena buah kebaikan yang telah ditanam, sehingga selalu mendapat pertolongan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Hukum tabur tuai pasti berlaku,” jelas Thomas Wendal.
Sementara itu, Walikota GSVL sendiri mengatakan, dirinya selaku pemimpin Kota Manado, tidak memperlakukan orang yang tinggal di Manado secara berbeda-beda. Sehingga Kota Manado pun diganjar predikat kota paling toleran di Indonesia.
“Siapapun dia yang tinggal di Manado, apakah dari Papua atau daerah lainnya, yang penting memiliki KTP Kota Manado, dia berhak menikmati semua program pemerintah Manado,” ujar GSVL.
Dirinya berharap, warga Manado asal Papua juga ikut membantu pemerintah dalam pembangunan termasuk dalam mendukung program-program Pemkot Manado.
Ikut mendampingi Walikota GSVL yakni sejumlah pejabat Pemkot Manado, antara lain Kabag Pemerintahan dan Humas Drs Sonny Takumansang MSi, Camat Malalayang Deysie Kalalo SE MSi, Lurah dan Pala.
Penulis: ***/Jones Mamitoho

