Salahsatu rumah dan mobil pick up korban angin puting beliung di Desa Binjeita II, Kecamatan Bolangitang Timur, Bolmut
Salahsatu rumah dan mobil pick up korban angin puting beliung di Desa Binjeita II, Kecamatan Bolangitang Timur, Bolmut.

Angin Puting Beliung Hantam Boroko, 103 Rumah Rusak

Boroko, Fajarmanado.com – Musibah alam angin kencang dan puting beliung melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) pada sore hingga malam, Selasa (13/9). Tak kurang 108 bangunan rusak dan menyebabkan ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Hujan deras disertai angin melanda sebagian Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mulai Selasa sore itu hingga besok paginya, Rabu (14/9).

Angin deras yang disertai puting beliung, angin yang berpuyar bagai kerucut terbalik dengan arah tak menentu itu, terjadi di Kecamatan Bolangitan sehingga menyebabkan lebih dari seratur bangunan rusak.

Desa Binjeita II Kecamatan Bolangitang Timur menjadi sasaran utamanya. “Tercatat, sesuai data terakhir pada puluk 16.35 Wita 14 September ini, 54 rumah penduduk rusak berat,  30 rusak sedang dan 18 rusak ringan,” kata Kabag Humas Pemkab Bolmut, Christianto Nani kepada Fajar Manado.com, Rabu (14/9).

Selain 103 rumah penduduk, juga  satu bangunan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami rusak ringan, satu bangunan kantor desa rusak berat dan juga tiga rumah peribadatan ikut mengalami kerusakan, mulai rusak ringan, sedang dan rusak berat. “Jadi total ada tiga gereja yang rusak,” ujarnya.

Petugas medis sibuk memeriksa kesehatan korban musibah alam angin puting
Petugas medis sibuk memeriksa kesehatan korban musibah alam angin puting di Bolangitang, Bolmut.

Para korban pun terpaksa di tampung di beberapa rumah penduduk sekitarnya dan langsung mendapat perawatan dari petugas medis di bawah koordinasi Pemkab setempat.

Data yang didiperoleh sampai sekitar pkul 16.35 Wita tersebut, lanjut Christianto Nani, telah pula mengalir berbagai bantuan dari pihak pemerintah maupun swasta dan perorangan untuk para korban, yang berjumlah ratusan jiwa.

“Sesuai laporan yang masuk, tercatat sudah ada bantuan beras sebanyak  2.668 kilogram, 554 dus mie instant, 417 dus air mineral, 52 pak dan atau dus kue dan roti, telur 750 butir, minyak kelapa 152 kilogram, terpal 10 lebar, tikar (pengalas) 20 lembar, matras 20 lembar, rantang makanan 60 buah, teko 20 buah, garam 4 pak, ikan kaleng 11 lusin, susu 4 lusin dan teh 6 pak.

Disamping berbagai jenis bantuan bahan, bantuan dana pun telah ikut mengalir dan tercatat sudah sebesar Rp.1.150.000. “Bantuan ini telah diterima tim khusus untuk kemudian disalurkan kepada mereka yang berhak secara merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga korban,” jelasnya.

Musibah alam itu sendiri terjadi setelah beberapa saat hujan deras menguyur sebagian besar wilayah Provinsi Sulut dan Gorontalo sejak Selasa sore hingga Rabu pagi tadi. Sekitar pukul 16.30 Wita, angin puting beliung memporak-porandakan sekitar 108 bangunan di Desa Binjeita II.

“Hujan deras disertai angin memang tak henti-hentinya menerjang Bolmong Utara, bahkan sesuai kabar sampai di daerah ini,” kata Siko Dotulong, warga Desa Buko Kecamatan Pinogaluman, Bolmut.

Siko mengaku membutuhkan sehari penuh ketika melakukan perjalanan dari desanya menuju Kawangkoan, Minahasa ketika star sekitar pukul 18.Wita.

‘Aduh, hujan dan angin tak henti-henti sehingga sampai 4 kali saya terpaksa singgah berteduh, padahal biasanya saya hanya butuh waktu sekitar 5 jam menempuh perjalanan Pinogaluman-Kawangkoan,” kata pria yang mengaku sebagai pengawas proyek air baku di Kawangkoan ini.

(ely)