PG Talaud Andalkan Survei Paslon Pilkada 2018
Ketua DPD II PG Talaud Max F Lua

PG Talaud Andalkan Survei Paslon Pilkada 2018

Melonguane, Fajarmanado.com – Partai Golkar (PG) berambisi merebut kembali posisi Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Talaud yang gagal dipertahankan pada Pilkada 9 Desember 2013.

Untuk itu, menatap Pilkada serentak 28 Juni 2018, PG tetap konsisten menjadikan survei kandidat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wabup 2018-2023 sebagai acuan. “Survei sedang berjalan,” kata Ketua DPD II PG Talaud, Max F. Lua kepada Fajarmanado.com di Melonguane, awal pekan ini.

PG Talaud telah melakukan penjaringan bakal Paslon, baik terhadap figur internal maupun eksternal partai. “Ini adalah tahapan sesuai mekanisme partai. PG adalah partai terbuka sehingga semua, baik figur internal maupun eksternal berpeluang diusung asalkan memiliki elektabilitas tertinggi hasil survei,” jelasnya.

Hasil survei tersebut, kata dia, akan diketahui akhir pekan ini. Nama-nama peraih elektabilitas tertinggi akan diusulkan untuk digodok kembali oleh DPD I, kemudian DPP PG.

Karena itulah, lanjut Lua, dalam waktu dekat, DPD I PG Sulut akan berkunjung ke Talaud guna melaksanakan rapat partai untuk mengevaluasi hasil survei terhadap beberapa nama calon kandidat yang akan diusung.

Setelah sudah ada hasil final, maka pihak PG akan langsung mengusulkan ke tingkat DPP PG untuk disetujui sekaligus memberikan rekomendasi akhir ke PG Sulut sebagai acuan.

Sementara itu, Ketua Bapilu DPD I PG Sulut Drs Viktor Rompas MSi membenarkan program ini. “Saya yang akan menjemput nama-nama bakal calon hasil survei enam kabupaten kota peserta Pilkada 2018,” ungkapnya ketika ditermui terpisah.

Rompas mengatakan, nama-nama tersebut akan dibawanya ke Jakarta untuk digodok bersama DPP.

“Selanjutnya, mereka yang menjadi peraih dukungan terbanyak hasil survei di 171 daerah peserta Pilkada 2018 akan diundang menyampaikan visi misinya di Jakarta. Rencananya, akan dimulai akhir pekan ini,” ungkapnya.

Mengenai kemungkinan PG Talaud akan mengambil calon kandidat dari luar kader partai, Max Lua menegaskan, PG tetap merujut pada mekanisme partai. Artinya, partai hanya melihat hasil survei PG yang melibatkan tiga lembaga survei ternama di Indonesia, yang sudah bekerjasama dengan PG.

“Jadi kalau memang ada dari luar kader partai yang masuk daftar calon kandidat dan survei membuktikan bahwa Dia yang lebih tinggi angka surveynya, maka partai sudah pasti aka akan mengakomodir calon dimaksud,” tandas Lua.

Seperti diketahui, jagoan PG pada Pilkada Talaud 9 Desember 2013 tumbang di tangan Paslon Partai Gabungan, Sri Wahyuni Manalip-Petrus Tuange (SWM-Pasti). Paslon Serly Tjanggulung-Carlos Udang (ST-Unggu), yang diusung PG ini hanya menempati posisi ke tiga dengan 14.586 suara.

Di tempat ke dua, bercokol Constantin Ganggali-Yongker Papia (Ga-Pai). Paslon jagoan PDI Perjuangan ini meraup 17.632 suara atau terpaut 854 suara dari Paslon SWM-Pasti, yang mengantongi 18.486 suara dari total 50.704 suara sah.

Penulis: Jasman