Kawangkoan, Fajarmanado.com – Pekikan I Yayat U Santi dan NKRI Harga Mati mewarnai long march Aksi Damai 205 Tou Kawangkoan, Minahasa, Sabtu (20/05/2017), sore ini.
Tiga orator, Theo Umbas SSTP, Edwin Pratasik SE dan Leslie Sarayar SH saat tampil berurutan, mengawali orasi mereka dengan pekikan khas perjuangan Minahasa, I Yayat U Santi dan ajakan menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan kaum radikal yang berniat memecahbelah persatuan dan kesatuan negara RI.

“Apakah kita sepakat NKRI adalah Harga Mati yang tidak bisa ditawar-tawar,” koar Pratasik. “Sepakat!,” sambut ratusan peserta aksi damai yang berkumpul di ruas jalan pembatas Kantor Camat dan Terminal Kawangkoan, sekitar pukul 15.00 Wita atau jam 3 sore tadi.
Orasi yang diawali dengan pembacaan surat izin kepolisian oleh Koordinator Aksi, Hutri Laloan dan doa yang dibawakan Sekretaris Aksi Roy Tambayong itu, ikut dihadiri Camat Kawangkoan Dra Meike Rantung, Kapolsek Iptu Dartha Daipaha dan Danramil 1302/08 Kawangkoan Kapten Inf Juris S.
Dalam orasi tersebut, mereka juga mengajak peserta aksi dan masyarakat untuk membubarkan ormas radikal HTI dan FPI yang jelas-jelas melakukan berbagai aksi yang mengindikasikan mengarah pada upaya memecahbelah persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI.

“Bangsa Indonesia bukan milik satu golongan agama. Bangsa Indonesia milik semua golongan agama yang diakui di negara yang kita cintai ini. Bangsa Indonesia adalah hasilperjuangan para pahlawan bangsa dari berbagai suku, agama dan ras, sehingga kita harus menjunjung tinggi ke-Bhineka Tunggal Ika-an,” papar Pratasik, yang juga Sekretaris KNPI Minahasa ini.
Usai orasi, di bawah gerimis, ratusan peserta melakukan long march mengitari Kota Kawangkoan diawali mobil publikasi dan tarian Kabasaran Eben Haezer Talikuran, Kawangkoan raya.

Ajakan menjaga keutuhan NKRI terus berkumandang di sepanjang jalan melalui sound sytem, yang dimuat dalam mobil Toyota Kijang Pick Up. Meski diwarnai gerimis, para peserta yang dominan mengenakan kaos putih berikat kepala pita merah putih itu, mendapat aplus dari masyarakat di sepanjang jalan.
Sesuai jadwal, ketika tiba di lokasi finish, Terung Paliusan di kawasan pusat Kota Kawangkoan, peserta disambut dengan atraksi musik kolintang yang bakal mengumandangkan aneka lagu kebangsaan, sebelum melakukan pemasangan lilin kedamaian pada malam hari.

(ely)

