Tomohon, Fajarmanado.com – Hujan deras disertai petir menyebabkan banjir bandang di beberapa lokasi di Kota Tomohon, Minggu (19/2), sore tadi. Selain merendam jalan umum, rumah-rumah penduduk dan rumah ibadah, banjir pun sempat menghanyutkan sebuah mobil.
Beberapa titik banjir terjadi di wilayah bagian selatan Kota Tomohon kendati hujan hanya menghuyur deras selang sekita 3 jam. Luapan air terjadi di wilayah Kelurahan Matani, Walian satu, Uluindano, Sarongsong dan Tumatangtang.
Di beberapa titik jalan raya seperti depan Multimart Tomohon dan bundaran patung Tololiu, air naik setinggi lutut orang dewasa.
Sebuah mobil minibus di Kelurahan Walian Dua, sempat hanyut terbawa derasnya banjir, beberapa kendaraan bermotor lainnya nyaris ikut terseret banjir. Puluhan rumah warga sekitar, juga sempat rusak di terjang banjir.
Selain itu, banjir hampir menghanyutkan beberapa mobi,l banjir yang terjadi di Kelurahan Walian Dua ini, merendam dan merusak beberapa rumah penduduk dan bangunan Gereja GMIM Bukit Zaitun.
Dari hasil pantauan Fajarmanado.com, arus air kencang juga terjadi di lokasi sungai Kelurahan Tumatangtang Kecamatan Tomohon Selatan. Di kawasan yang landai tersebut, air sungai yang membentangi jalan utama Sonder-Tomohon itu meluap hingga menutupi badan jalan sehingga jalan terlihat berubah bagai sungai besar dengan lebar sekitar 15 hingga 20 meter.
Menurut beberapa warga yang berada di lokasi terjadinya banjir, arus air sungai yang kencang datang dari bagian Timur dan berlahan naik melewati pembatas sungai setinggi lima meter hingga air akhirnya meluap hingga menutupi badan jalan.
Luapan air di wilayah Matani, terutama di kompleks Multymart dan supermarket Cool Tomohon memang sudah menjadi langganan banjir yang selama ini diduga akibat belum didukung penataan drainase yang baik.
Sementara banjir di Kelurahan Tumatantang, oleh warga setempat, dinilai akibat air kiriman dari perkebunan Wawo, yang bersandingan wilayah pegunungan Tampusu, Minahasa.
“Kemungkinan besar, luapan air yang menyebabkan banjir ini terjadi karena hutan di Gunung Wawo telah gundul. Karena bukan saja wilayah ini yang tergenang banjir, tetapi juga wilayah Kelurahan Uluindano, yang sama-sama berada di kawasan kaki gunung Wawo,” ujar Johny, warga setempat.
(prokla)
