Banjir Bandang Terjang Papakelan, Warga Sebut Penggundulan Hutan
Penampakan banjir di Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Minahasa pada Sabtu (18/2) sore tadi akibat meluapnya Sungai Papakelan setelah diguyur hujan lebat selang sekitar 4 jam.

Banjir Bandang Terjang Papakelan, Warga Sebut Penggundulan Hutan

Tondano, Fajarmanado.com – Banjir bandang terjang Kelurahan Papakelan, Kecamatan Tondano Timur, Minahasa, sore tadi. Setelah sekitar 4 jam tak henti diguyur hujan lebat, air sungai Papakelan pun meluap dan menggenangi pemukiman penduduk.

Luapan air sungai Papakelan yang terjadi mulai selepas pukul.14.00 Wita itu, oleh warga setempat dinilai disebabkan tak terkendalinya perambahan hutan di pegunungan Lembean, yang berada di bagian Utara dan Timur pemukiman penduduk Kelurahan Papakelan.

Menurut sejumlah warga, biasanya kalau hanya hujan dengan durasi empat jam, tidak pernah terjadi banjir. Sungai Papakelan yang bermuara di Danau Tondano itu baru mulai meluap belakangan ini akibat hutan Lembean semakin gundul.

“Bisa saja ini karena sudah terjadi juga pendangkalan sungai. Tapi besar kecurigaan kami, banjir ini terjadi karena berkurangnya daerah resapan air di Pegunungan Lembean akibat perambahan hutan yang tak terkendali dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Sel Wantalangi, salah satu warga yang rumahnya kebanjiran.

Senada diungkapkan Alvi Rompas. Ia pun meminta supaya pemerintah harus memperhatikan hal seperti ini. Karena kalau tidak ditangani sejak dini, lama-kelamaan Danau Tondano pun tidak akan bisa menampung air dari pegunungan yang mengelilinginya.

“Perambahan hutan harus lebih serius dikendalikan. Banjir hari ini baru contoh karena dampaknya masih kecil. Kita tahu bersama, Danau Tondano dikelilingi oleh pegunungan. Ada Pegunungan Lembean dan Pegunungan Tampusu. Kalau dua pegunungan ini kelestarianya tidak bisa dijaga, pasti bencana yang lebih besar akan terjadi di tahun-tahun mendatang,” ujar Rompas.

Pantauan wartawan Fajarmanado.com, tim respon cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa langsung menerjunkan personilnya ke lokasi banjir bandang di Kelurahan Papakelan.

Dua unit mobil instansi tersebut terlihat mobile melakukan pemantauan. “Ini kan sudah ada petugas dari BPBD, harapan kami, mereka bisa menganalisa dengan cermat penyebab utama banjir bandang ini,” ujar Abraham.

Sementara itu, masyarakat korban banjir tak bisa berbuat banyak, kecuali menyelamatkan barang-barang rumah tangga yang terancam basah.

(fiser)