Panitia HUT Minsel Dinilai Abaikan Jasa Tokoh Pembentukan Daerah
Wagub Drs Steven Kandouw saat memberikan sambutan para Rapat Paripurna Instimewa DPRD Minsel dalam rangka HUT ke 24 Kabupaten Minsel pada Jumat (27/1/2017)

Panitia HUT Minsel Dinilai Abaikan Jasa Tokoh Pembentukan Daerah

Amurang, Fajarmanado.com – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dinilai mengabaikan jasa para tokoh pejuang pembentukan daerah.

Drs Decky Umpel, BSc, salah satu tokoh pembentukan Kabupaten Minsel menyatakan penyesalannya panitia tidak mengagendakan ziarah ke makam para tokoh pejuang pembentukan daerah dalam rangkaian HUT 2017 ini.

“Dalam merayakan HUT Minsel, selayaknya panitia menghargai jasa para tokoh pejuang Minsel yang telah meninggal dunia. Jangankan berziarah, kirimkan saja karangan bunga dan diletakkan di makam mereka,” ujarnya.

Ia mengakui, panitia dibebani dengan tugas yang cukup banyak dalam menyukseskan rangkaian acara HUT Minsel tahun ini. Begitu pun agenda kegiatan dan kerja Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar.

“Tapi apa susahnya panitia menyediakan atau memesan karangan bunga kemudian dibawa ke makam para tokoh pejuang pemekaran Minsel yang hanya berada di wilayah ini,” ketus Umpel.

Senada dikatakan Richard Ottay, ST. Pemerintah daerah, katanya, selayaknya memberi penghargaan kepada para tokoh pejuang Minsel yang telah meninggal dunia.

“Kalau tidak punya waktu berziarah, kirimkan saja karangan bunga sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan,” tuturnya.

Ottay menilai panitia perayaan HUT Minsel tahun ini adalah pihak yang paling bertanggung jawab. Panitia yang adalah para pejabat daerah, tidak perlu menunggu petunjuk dari bupati dan wakil bupati untuk membuat karangan bunga bagi para tokoh pejuang Minsel yang telah meninggal dunia.

Ia pun mengatakan, persiapan panitia Hari Jadi Minsel ke-14 tidak matang samasekali. Tak adanya wujud kepedulian kepada para almarhum yang ikut berjuang tanpa kenal lelah untuk mewujudkan Kabupaten Minsel ini sangat berdampak negatif kepada pemerintahan Christiany Eugenia Paruntu.

“Ini menciptakan kesan tidak baik pada pemerintah daerah, yang seakan tidak mempunyai kepedulian lagi terhadap tokoh pejuang Minsel yang telah meninggal dunia bersama keluarga mereka,” kata Ottay yang diaminkan Jantje Luly, pejuang Minsel lainnya.

(andries)