Fasilitas PDAM di Paleloan Tunggu Suplai Listrik
Inilah fasilitas milik PDAM Minahasa yang belum dioperasikan karena terkendalala biaya operasional.

Fasilitas PDAM di Paleloan Tunggu Suplai Listrik

Tondano, Fajarmanado.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Minahasa dinilai tak ada alasan lagi untuk tidak mampu menyuplai air bersih kepada konsumen di Tondano raya menyusul pembangunan fasilitas yang memanfaatkan sumber air dari area Danau Tondano.

“Kami bingung, kenapa sampai sekarang suplai air PADM belum juga normal padahal sudah ada penambahan sarana eksploitasi air yang baru dari Danau Tondano di kawasan Paleloan,” papar Merry, ibu rumah tangga warga Tondano.

Dengan penambahan sumber matair baru tersebut, seharusnya warga Tondano dan sekitarnya tidak akan kekurangan air.

Ia mengakui, PDAM mengalama kesulitan debit air ketika terjadi penyusutan akibat musim kemarau panjang beberapa waktu lalu, tapi sudah bisa diatasi dengan pemanfaatan air Danau Tondano.

PDAM telah menempatkan mesin pemompa air dari danau Tondano dan menyupainya ke reservoar ke Toka Pokol, dataran tinggi di kawasan pegunungan di belakang Kelurahan Paleloan.

Air Danau Tondano yang ditampung di reservoar Toka Pokol, yang telah disaring dan disterilkan itu, sudah dikoneksikan dengan jaringan pipa PDAM yang menyuplai air bersih ke semua konsumen di Tondano raya dan sekitarnya.

PDAM Minahasa mebenarkan hal tersebut. Namun, Kepala Bagian Umum Denny Tangkere mengatakan pihaknya belum bisa mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas untuk pemanfaatan sumber mataair baru itu.

Coshnya masih sangat besar,” kata Tangkere kepada Fajarmanado.com di Tondano, Senin (30/1/2017).

Pada prinsipnya, mesin pompa, reservoar dan jaringan ledengnya sudah terpasang, tak ada persoalan lagi. Begitu pun mesin yang terpasang telah diujicoba berfungsi dengan baik.

Yang menjadi persoalan, lanjutnya, adalah biaya operasional. Hanya dalam satu jam ternyata membutuhkan 100 liter solar untuk menggerakkan mesin gensetnya.

“Bayangkan saja, jika satu hari beroperasi 10 jam saja, berarti setiap hari membutuhkan 1000 liter solar, dikali harga solar industri saat ini. Kami tidak mampu untuk membiayainya. Sebab itu kami sementara berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk pemasangan listrik,”  kilah Tangkere.

Terpisah, Afrianto Sagay mahasiswa yang tinggal di Tataaran Patar mengatakan kalau ia serta rekan-rekanya sangat berharap agar pihak PDAM dan PLN secepanya menyediakan aliran listrik mengoperasikan booster pump untuk menyupai air ke reservoar Toka Pokol.

“Kan saat ini masalahnya tinggal suplai air ke Toka Pokol. Kalau itu sudah terisi, pasti kita tidak akan kekurangan air lagi. Sebab itu kami berharap PDAM dan PLN bisa secepatnya melakukan kerjasama untuk memasang jaringan listrik ke di booster pump s yang ada di Paleloan,” ujar Sagay.

(fis)