Tutup Temu Bakohumas, Menkominfo: Reputasi Indonesia Harus Dideliveri
Kabag Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Agustivo Tumundo, SE, MSi di sela menghadiri Temu Bakohumas Nasional 2016 di Bandung.

Tutup Temu Bakohumas, Menkominfo: Reputasi Indonesia Harus Dideliveri

Bandung, Fajarmanado.com – Menteri Komunikasi dan Informatik (Mekominfo) RI Rudiantara mengingatkan kembali supaya ada sinergitas antar humas pemerintah dalam membangun bangsa.

“Reputasi Indonesia harus dideliver kepada masyarakat dalam negeri agar masyarakat mengetahui kinerja Pemerintah, sedangkan ke luar negeri untuk mendapatkan investasi,” katanya.

Hal tersebut disampaikan Menkominfo Rudiantara ketika menutup temu Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) dan Komunitas tingkat Nasional 2016, Jumat (17/11) di Hotel Citylink Bandung.

Kegiatan yang dimulai Kamis (16/11) pagi itu diawali dengan arahan awal Menteri Desa PDT dan Transmigrasi RI Eko Putro Sanjoyo, sambutan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan laporan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Roranita Niken Widiastuti.

Selain itu, juga para peserta mendengar sambutan Menkominfo Rudiantara melalui video conference. Sedangkan Mendikbud Prof Dr Muhajir Effendi tampil bersama nara sumber lainnya memberikan materi.

Mekominfo Rudiantara mengingatkan pula agar Kementerian dan Lembaga menghilangkan ego sektoralnya dan melakukan integrasi di konteks Kehumasan sehingga pemerintah dapat mempunyai jaringan yang kuat di pusat dan daerah.

“Pemerintah melalui Inpres nomor 9 tahun 2015 mencoba untuk memperbaiki cara kerja komunikasi pemerintah,” ujarnya.

Di pusat, lanjutnya,  ada 34 Kementerian dan Lembaga (K/L) yang memiliki website yang jalan masing-masing. Namun sekarang ada space yang disediakan untuk mendiseminasikan jika ada even nasional serta mengkomunikasi aktivitas dan pencapaian K/L lainnya.

“Integrasi antara K/L ini diperlukan agar reputasi serta kerja nyata pemerintah bisa di komunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” kata Menteri.

Dikatakannya, saat ini pembangunan tidak lagi Jawa sentris. Fokus pembangunan diarahkan pada infrastruktur dan reformasi birokrasi. Pemerintah terus memperbaiki proses bisnis terutama terkait perizinan.

“Saat ini Indonesia berada di peringkat 91 Ease Of Doing Business atau peringkat kemudahan berusaha. Namun posisi masih harus diperbaiki untuk mengejar target yang diberikan Presiden Joko Widodo untuk tahun 2017 yakni peringkat 40,” ungkap Rudiantara.

Kegiatan tahunan itu sendiri dirangkaikan dengan pameran Bakohumas dan penganugerahan Anugerah Media Humas (AMH) 2016.

Para peserta terdiri dari kalangan pejabat kehumasan Kementerian, Lembaga Negara, Perguruan Tinggi, Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota se Indonesia.

Sementara Pemkab Minahasa sendiri mengutus Kabag Humas dan Protokol Setdakab Agustivo Tumundo,SE MSi.

(den)