Profil dan Alasan Robert Francis Prevost Pilih Nama Paus Leo
Paus Leo XIV

Profil dan Alasan Robert Francis Prevost Pilih Nama Paus Leo

Vatikan, Fajarmanado.com– Momen sejarah yang dinanti sekira 1,4 miliar umat Katolik dunia pasca meninggalnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025, terjawab Kamis, 8 Mei, kemarin.

Setelah dua kali gagal sejak digelar sehari sebelumnya, akhirnya pada pemilihan ketiga di Kapel Sistina Vatikan, asap putih keluar dan hasil konklaf dewan Kardinal diumumkan di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Pengganti Paus Fransiskus yang terpilih itu adalah Kardinal Robert Francis Prevost.

Prevost menjadi pemimpin Gereja Katolik baru dengan nama kepausan Paus Leo XIV.

Ia menjadi orang Amerika pertama yang terpilih sebagai Paus sekaligus Paus pertama yang berasal dari negara berbahasa Inggris sejak Paus Adrianus IV.

Selain Inggris, Paus Leo XIV juga fasih berbahasa Spanyol, Italia, Prancis dan Portugis. Ia juga bisa membaca Latin dan Jerman.

Sesuai cacatan sejarah, Prevost bergabung dengan Ordo St. Augustine pada 1977 dan ditahbiskan sebagai pendeta pada 1982. Ia lalu meraih gelar doktor dalam Hukum Kanon di Roma.

Paus Leo XIV juga mempelajari Ilmu Matematika di Universitas Villanova pada 1977.

Lalu, melanjutkan pendidikannya dan memperoleh gelar Master of Divinity dari Catholic Theological Union di Chicago dan lisensi hukum Canon dan Doktot Hukum Canon dari Pontifical University of Saint Thomas Aquinas di Roma.

Ia diketahui menjabat sebagai prefek Dikasteri untuk Uskup dan presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin.

Dan, memegang pula posisi dalam jemaat Vatikan dan diangkat sebagai kardinal pada Januari 2023 lalu.

Profil Robert Francis Prevost

Lahir di Chicago, Prevost menghabiskan awal kariernya di sana dengan berkarya untuk Ordo Santo Agustinus (Augustinian).

Ia melayani di Peru sejak tahun 1985 hingga 1986 dan sejak tahun 1988 hingga 1998 sebagai pastor paroki, pejabat keuskupan, pengajar seminari, dan administrator.

Ia kemudian kembali ke Amerika Serikat dan menjabat sebagai pemimpin umum Ordo Santo Agustinus dari tahun 2001 hingga 2013.

Selanjutnya Prevost menjabat sebagai Administrator Apostolik (2014–2015) lalu sebagai Uskup Chiclayo di Peru dari tahun 2015 hingga 2023.

Ia kemudian diangkat menjadi kardinal pada tahun 2023 oleh Paus Fransiskus.

Lalu, ditunjuk sebagai prefek Dikasteri untuk Para Uskup, sebuah posisi strategis dalam Gereja Katolik dan presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin pada tahun 2023.

Setelah Paus Fransiskus meninggal dunia pada 21 April 2025, Konklaf Kepausan 2025 memilih Leo XIV sebagai pengganti Fransiskus pada 8 Mei 2025.

Memilih Nama Paus Leo

Melansir Merca, Prevost memilih Leo sebagai nama kepausannya karena melambangkan niatnya untuk menghormati para Paus terdahulu yang telah memimpin Gereja Katolik dengan sangat baik meski penuh tantangan.

Pemilihan nama Leo juga mencerminkan komitmennya terhadap kesinambungan dan kekuatan dalam kepemimpinan spiritual.

Kekayaan Paus Leo XIV

Sampai saat ini kekayaan bersih Robert Francis Prevost masih bersifat pribadi. Namun, sebagai seorang kardinal ia diketahui menerima gaji bulanan antara Rp74 juta hingga Rp93 juta.

Setelah terpilih sebagai Paus, Robert Francis Prevost tidak menerima gaji. Karena pengeluaran utama seperti makanan, pakaian, perawatan kesehatan dan lainnya akan ditanggung oleh Vatikan.

Dalam kata-kata pertamanya sebagai Paus, Leo XIV berbicara dengan penuh kasih tentang pendahulunya, Fransiskus.

Paus Leo XIV menggambarkan Paus Fransiskus sebagai seseorang yang berani dan penyalur berkat yang baik bagi umat manusia.

“Kita masih mendengar di telinga kita suara Paus Fransiskus yang lemah namun selalu berani yang memberkati kita,” katanya.

“Bersatu dan bergandengan tangan dengan Tuhan, mari kita maju bersama,” lanjutnya direspon riuh ribuan umat Katolik yang berjubel di Basilika Santo Petrus.

 

[**heru]