Paparkan Program Realistis, Miky-Cherly Pukau Pemuda Perserta Dialog Kebangsaan di Tomohon

Paparkan Program Realistis, Miky-Cherly Pukau Pemuda Perserta Dialog Kebangsaan di Tomohon

Fajarmanado.com,Tomohon–Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Tomohon, Ir Miky Junita Linda Wenur MAP-Cherly Mantiri SH memukau para pemuda Kota Tomohon.

Saat menjadi pemateri pada Dialog Kebangsaan dan Penerimaan Purna Paskibraka Indonesia Kota Tomohon Tahun 2024 di Welu Cafe & Restoran Kelurahan Woloan Satu Utara Kecamatan Tomohon Barat, Sabtu siang (12/10/2024), Miky–Cherly memaparkan program realistis.

Masuk akal, karena paslon nomor urut 1 Pilkada Tomohon 2024, Miky–Cherly tidak menjanjikan semua melenial dan gen-Z akan diakomodir mendapat kerja melalui tenaga kontrak (nakon) Pemkot Tomohon apabila terpilih pada Pilkada 2024 pada 27 November nanti.

Di hadapan peserta yang semuanya terdiri dari pemuda, dengan gamblang Miky-Cherly memaparkan visi dan misi, termasuk program unggulan.

Miky Wenur mengatakan, Niky-Cherly memang punya program untuk umum, tetapi juga program khusus bagi para pemuda di Kota Tomohon.

”Kami memiliki program bagi pemuda berupa pelatihan dan permodalan untuk mengembangkan usaha menjadi wirausahawan muda. Ini untuk menekan angka pengangguran di Kota Tomohon, ujar Miky Wenur.

Untuk permodalan, lanjutnya, tidak berharap sepenuhnya pada APBD. Karena APBD relatif kecil.

Ada beberapa terobosan yang dapat dilakukan. “Bisa juga kita ambil dari Coorporate Social Responsibility atau CSR, ataupun dari pinjaman bank di mana pemerintah menjadi fasilitator maupun upaya lainnya,” tuturnya.

Soal nakon yang mengabdi di pemerintahan, menurut dia, jika Miky–Cherly diperkenankan Tuhan dan dipercayakan masyarakat memimpin Kota Tomohon ke depan, tidak semua yang akan diakomodir.

“Kami akan melihat kondisi keuangan dan kebutuhan. Jadi tidak banyak-banyak. Hanya sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Miky Wenur selanjutnya memaparkan alasannya. Katanya, jika menerima nakon banyak-banyak, tidak akan merobah sepenuhnya nasib mereka, apalagi yang masih muda.

Mengabdi sebagai nakon, kalau gajinya kalau hanya 2,5 juta, sampai lima lima tahun kemungkinan besar hanya segitu.

“Lalu bagaimana nasib nakon yang kemudian menikah, yang kebutuha  ekonomi mereka bertambah, ambil dari mana,” tanyanya.

Oleh karena itu, Miky–Cherly membuat program pemberdayaan khusu bagi kaum muda.

“Kami akan memberikan pelatihan dan akses permodalan bagi kaum muda untuk menjadi wirausahawan. Ini yang lebih berpeluang meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Miky Wenur.

Untuk menopang wirausahawan atau UMKM, lanjutnya, Miky-Cherly juga memiliki program Tomohon Creative Hub.

Ketika mendengar paparan tersebut, para peserta tampak terpukau, serius menyimak sambil mengangguk-angguk.

[**/nly]