oleh

Bukan Soal Vaksin, Ini Alasan Heli Takaredas Dicoret Dari Daftar Penerima BLT

Likbar,Fajarmanado.com – Pernyataan Heli Takaredas warga Desa Sonsilo  yang menyatakan tidak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) karena tidak di vaksin ternyata hoax alias bohong. Berdasarkan pernyataan pemerintah desa Sonsilo, alasan dikeluarkannya Youce Max Mameang yang merupakan suami dari Heli Takaredas dari daftar penerima BLT karena sudah menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sejak November 2021 lalu.

Hukum tua desa Sonsilo Gerson Makikama melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Ririn Manusu menjelaskan, alasan pemerintah mengeluarkan suami dari Heli Takaredas bersama 2 warga lain dari daftar penerima BLT bulan November dan Desember 2021 lalu karena sudah menerima BPNT bukan alasan belum di vaksin, sebab vaksin tidak masuk dalam syarat penerima BLT.

“Tidak ada syarat penerima BLT harus di vaksin, sehingga pernyataan ibu Heli Takaredas melalui media selain bohong, juga terkesan ingin menjatuhkan pemerintah. Untuk itu secara tegas kami sampaikan bahwa alasan dicoretnya suami ibu Heli dari daftar penerima BLT karena yang bersangkutan sudah menerima BPNT bukan alasan lain apalagi karena belum di vaksin.”tegas Ririn Manusu, Jumat (15/4).

Ia menambahkan, dari 3 kepala keluarga yang dikeluarkan dari daftar penerima BLT, hanya ibu heli yang ngotot ingin dan nyaring suaranya ingin mendapatkan BLT, padahal yang bersangkutan tercatat penerima BPNT.

Hal ini dibenarkan oleh pendamping desa Ronald Piter, menurutnya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan PMK nomor 222 tahun 2021 tentang pengelolaan Dana Desa. Dalam PMK tersebut mengatur tentang penerima BLT tidak bisa menerima bantuan lain, sehingga dalam menentukan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima BLT, pemerintah desa diminta untuk selektif guna mengantisipasi tumpang tindih penerima bantuan.

“Berdasarkan aturan, apa yang dilalukan Pemdes Sonsilo sudah tepat karena yang bersangkutan sudah menerima BPNT sejak November 2021 lalu sehingga harus dikeluarkan dalam daftar penerima BLT terhitung sejak yang bersangkutan menerima bantuan lain.”kata Ronald Piter.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk objektif dalam menyikapi persoalan terkait penerima BLT ini dengan tidak menyebarkan informasi bohong. Sebagai pendamping desa di desa Sonsilo ia sangat mendukung keputusan pemerintah desa yang mengeluarkan penerima BLT dari daftar apabila sudah tercatat sebagai penerima bantuan lain.(Joel)