Wori,Fajarmanado.com – Persoalan gizi untuk Balita merupakan hal yang ramai diperbincangkan masyarakat, terutama pada Balita mengalami gizi buruk atau stunting. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang atau tidak cukup.
Kaitan masalah tersebut, Pemerintah desa Buhias menggelar pelatihan penanganan stunting yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum desa Buhias, Jumat (8/4), yang dibuka oleh Camat Wori Endru Palandung dan dihadiri Tenaga Ahli Kabupaten Gerni Maramis bersama Novita Kudiman ahli gizi dari Puskesmas Wori.

Camat Wori Endru Palandung dalam sambutannya mengingatkan pemerintah desa untuk serius dalam penganan stunting melalui pemberian makanan tambahan dan asupan gizi yang cukup kepada Balita melalui anggaran dana desa. Ia juga mengingatkan jika kader Posyandu memiliki peran strategis dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dan program nasional konvergensi stunting di desa.
“Posyandu yang merupakan garda utama layanan dasar kesehatan desa, sekaligus berperan penting untuk menekan angka gizi buruk,” ujar Palandung.

Sementara hukum tua desa Buhias Yonas Beret dalam sambutannya mengatakan, setiap tahun pihaknya mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting untuk memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil dan Balita. Ia berharap penanganan stunting ini, desa Buhias yang merupakan desa yang berada di kepulauan bisa menjadi barometer keberhasilan bagi desa yang ada di Minahasa Utara.
“Kami akan terus berupaya untuk memberikan perhatian lebih bagi penanganan stunting sehingga kedepan tak ada Balita yang mengalami gizi atau stunting dan desa Buhias bisa menjadi contoh bagi desa lain, terutama yang berada di kepulauan.”ujar Beret.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Puskesmaa Tinongko, kader Posyandu, Kader Pemberdayaan Masyarakat, BPD, dan perangkat desa.(Joel).

