oleh

FKPPKT Terbentuk, WL Gagas Pemberian Penghargaan

Tomohon, Fajarmanado.com – Menyusul terbentuknya Forum Komunikasi Pejuang Pembentukan Kota Tomohon (FKKPT), politisi Wenny Lumentut, SE merancang gagasan brilian untuk memberikan penghargaan kepada para tokoh pejuang pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Tomohon. 

WL, sapaan akrab Wakil Wali Kota Tomohon ini memprakarsai pertemuan khusus di Terung Kabasaran, Kolongan Satu, Kota Tomohon, baru-baru ini.

Pertemuan yang berlangsung penuh kearaban dan dialogis itu, tak hanya melibatkan para tokoh pejuang pembentukan Kota Tomohon, tetapi juga para saksi sejarah.

Pengurus FKKPT sendiri kini sah terbentuk melalui Akta Notaris nomor 03 tertanggal 28 April 2021 dan memiliki Surat Keputusan Badan Kesbangpol SK nomor 21/S-Ket/BKP/IV/2021 tertanggal 29 April 2021.

Ke dua surat tersebut diterbitkan berdasarkan pertemuan di Kinilow pada 15 Februari 2021 dengan Ketua Harry V. Runtuwene.

WL, yang juga sempat karib disapa Papa Ani saat kampanye Pilwako Tomohon 2020, ini mengaku sengaja menggagas temu wicara tersebut untuk mengkristalkan pejuang pembentukan Kota Tomohon yang sesungguhnya.

Dalam pertemuan itu, WL menyatakan jika dalam kepemimpinannya bersama Wali Kota Caroll JA Senduk SH, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon siap memberikan perhatian dan penghargaan serta bersinergi bersama para pejuang dan masyarakat Kota Tomohon dalam mewujudkan cita-cita perjuangan yang sejalan dengan visi misi CSWL.

“Untuk mewujudkan terciptanya kebersamaan, saya berkeinginan hendaknya setiap pejuang menyadari dan meninggalkan sikap egois, sebab sekecil apapun peran dalam perjuangan, telah memberikan hasil sebagai perjuangan masyarakat Kota Tomohon seutuhnya,” ujarnya.

Drs. Martinus E. Ering, tokoh masyarakat dan mantan birokrat handal ini menegaskan, Herry V Runtuwene adalah pejuang pembentukan DOB Kota Tomohon.

“Beliaulah yang berjuang di Jakarta sehingga mendapatkan semua surat yang menjadi dasar sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Minahasa dan Pemerintah Kabupaten Minahasa melalui Bupati Almarhum Drs Dolvie Tanor, saat itu merespon dengan segera membuat Panitia Persiapan Pembentukan Kota Tomohon yang di Ketuai Jeferson M Rumayar, SE,” jelasnya.

Menurutnya, Harry Runtuwene merasakan hidup sulit di Jakarta selama memperjuangkan perolehan surat-surat pembentukan DOB Kota Tomohon di ibu kota negara.

“Beliau sampai berpindah pindah tempat tinggal. Bahkan, makanan pun hanya mengandalkan super mie hanya untuk mendapatkan surat surat tersebut. Saya pribadi sangat terharu. Perjuangannya sungguh luarbiasa,” ucap Ering.

Senada dengan Sering, Darius Didi Senduk, kakak kandung Wali Kota Caroll Senduk, juga mengaku tahu persis perjuangan Harry Runtuwene sehingga Kota Tomohon terbentuk.

“Saya mengetahui perjuangan Harry Runtuwene lewat papi (Alm Drs. Karel Lasut Senduk)  yang adalah mantan Bupati Minahasa sebelum Alm Dovie Tanor. “Harry Runtuwene benar seorang pejuang (Kota Tomohon),” tandasnya.

Darius mengaku prihatin,18 tahun Kota Tomohon terbentuk, Harry Runtuwene tidak pernah namanya diangkat kepermukaan sebagai seorang Pejuang Kota Tomohon.

Tak heran, Harry selalu berkoar-koar karena tidak diperhatikan oleh pemerintah yang pada saat itu berkuasa, Jeferson M Rumayar,SE sampai Jimmy F Eman SE.Ak. “Kasian dia (Harry),” ketus Darius, yang kemudian dibenarkan oleh Bendahara Komite Ibrahim Bam Tular.

Menanggapi pertemuan tersebut, Harry Runtuwene memberikan apresiasi kepada WL karena peduli mempertemukan semua Pejuang dan Penitia Persiapan Kota Tomohon

guna mengetahui sebenarnya apa yang terjadi tentang Perjuangan sehingga jadi Sebuah daerah Otnom yaitu Kota Tomohon.

Harry kemudian menjelaskan bahwa Proposal Kota Tomohon dibuat oleh Prof DR Jan Turang dan Drs Karel Lasut Senduk.

Selain Jan Turang dan Karel Senduk, Proposal Kota Tomohon juga diteken bersama Harry V Runtuwene, Drs Harryanto Lasut dan Bam Tular.

Proposal dan konsep perjuangan Kota Tomohon disosialisasikan dalam Seminar, di ITM tanggal 26 November 1999, yang pada saat itu dihadiri oleh Wakil Bupati Minahasa, Alm. Drs Boy Simon Tangkawarouw,  membawakan sambutan.

“Begitu banyak tantangan serta ketidakenakkan selama berjuang di Jakarta ,sampai pun saat ini sudah tahun 2021, di mana teman seperjuangan dan orang orang yang kenyataannya tidak berjuang tapi ada nama di Komite KPPDKT.  Tegahnya ada pihak yang memapulasi data,” paparnya. “Tapi sudah lah, mudah-mudahan mereka sadar,” sambung Harry kepada wartawan.

Ia mengakui bahwa dalam memperjuangkan pembentukan DOB Kota Tomohon, ada yang membantu langsung dan ada yang tidak secara langsung. Ada namanya di dalam struktur Komite tapi tidak bekerja, ada juga yang tidak tercatat namanya tapi sungguh luarbiasa bantuannya.

“Semua sudah dicatatan dan akan saya masukkan di dalam Buku sejarah, akan diakomodir di dalam struktur kepengurusan Forum Komunikasi Pejuang Pembentukan Kota Tomohon,” jelas Harry.

Pertemuan itu sendiri, selain oleh para Pejuang Pembentukan Kota Tomohon dan sebagian Panitia Persiapan Pembentukan Kota Tomohon, juga dihadiri Budayawan Ben Palar, Wakil Ketua Dewan Drs. John Runtuwene, Anggota DPRD Sulut, Dra Vonny Paat dan tokoh LSM Tommy Pangemanan.

Penulis: Michael Uno

Editor : Herly Umbas

News Feed