oleh

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Langowan, Senator SBANL Tampil Layaknya Dosen

Langowan, Fajarmanado.com – Anggota MPR RI, Ir Stefanus BAN Liow MAP menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Balai Desa Walantakan, Kecamatan Langowan Utara, Kota Langowan, Kabupaten Minahasa, Minggu (11/4/2021).

Senator SBANL, sapaan akrab Anggota DPD RI/MPR RI daerah pemilihan Sulawesi Utara ini tampil layaknya dosen di depan mahasiswa memaparkan secara lugas tentang keempat pilar tersebut.

Sebagaimana mengajar, sambil berdiri, mantan dosen Unima itu, menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI terdiri dari Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD NRI Tahun 45 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggak Ika sebagai Semboyan Negara.

“Keempat pilar itu sudah menjadi komitmen, konsesus, pedoman dan jiwa kebangsaan yang dapat diterima oleh seluruh rakyat Indonesia, dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan golongan yang ada di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga :  Buka Utsawa Dharma Gita Nasional, Murad Ismail Menitip Dua Pesan Ini

Pria supel yang karib dipanggil Stefa ini kembali memaparkan, semenjak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia sampai terbentuknya NKRI, memang bangsa indonesia harus melalui berbagai persoalan, terutama bagaimana bentuk ideal negara Republik Indonesia.

Melalui berbagai perdebatan panjang, akhirnya disepakatilah dasar negara, konstitusi, dan bentuk negara Indonesia.

Memang dalam persiapan kemerdekaan, lanjut dia, dengan terbentuknya BPUPKI, dalam Panitia 9 yang dikenal dengan Piagam Jakarta, sempat terumuskan dalan rumusan Pancasila, khusus sila pertama, di mana awalnya berbunyi, Ketuhanan, dengan berdasarkan syariah islam bagi pemeluknya.

Rumusan ini mendapat tantangan dari masyarakat Indonesia Timur yang mayoritas beragama Kristen.

Kehadiran AA Maramis sebagai salah satu tokoh Kristen asal Minahasa dalam Panitia 9, ditambah dengan peran Sam Ratulangi dan tokoh-tokoh dari Indonesia Timur yang merasa keberatan dicantumkannya syariah Islam dalam Pancasila, akhirnya disepakati sila pertama diubah menjadi KeTuhanan yang Maha Esa.

Baca Juga :  Amankan PON XX, 40 Personil Brimob Maluku Berpatroli di Sentani

Stefa juga menguraikan berbagai hal tentang bentuk negara NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Ia menegaskan, NKRI itu sudah final dan harga mati. Karena rakyat Indonesia berdiri dari berbagai kebhinekaan.

“Kita memang berbeda, baik soal keyakinan, suku, dan berbagai perbedaan lainnya. Tapi kita tetap satu sebagai satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa,” ujarnya.

Seusai sosialisasi, dibuka tanya jawab. Dalam dialog tersebut, banyak warga yang bertanya soal peran DPD RI dalam memperjuangkan keadilan. Dan banyak pula peserta yang mempertanyakan peran DPD RI dalam pemekaran daerah.

Sebagaimana diketahui, Langowan sudah masuk calon daerah otonomi baru (DOB) sebagai kota.

Menjawab berbagai pertanyaan itu, SBANL mengatakan, DPD RI terus berjuang bersama DPR, untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat, termasuk pembentukan DOB.

Penulis: Herly Umbas

 

News Feed