Tomohon, Fajarmanado.com – Anggota DPRD Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang secara tegas memberikan warning kepada Wali Kota Jimmy Feidie Eman, SE.Ak, CA.
Menjelang akhir masa jabatan pada 17 Februari 2021 atau masa transisi jelang pelantikkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih pada Pilkada 2020, Wali Kota Jimmy Eman diingatkan supaya tidak memberikan keputusan ataupun kebijakkan yang tidak populis.
Mono, sapaan karib politisi Partai Gerindra ini merasa perlu mengingatkan JFE, Wali Kota Tomohon dua periode ini.
“Informasi didapat adanya indikasi akan dibuatkan keputusan atas kebijakkan di injury time masa jabatannya, sehingga hal ini perlu kami sikapi secara tegas agar tidak membuat gaduh di masa transisi ini,” katanya kepada wartawan di Tomohon, Kamis (28/1/2021).
Mono menyarankan agar JFE tidak melakukan kebijakan tidak populis, seperti mutasi jabatan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Wali Kota Tomohon.
“Sebaiknya saudara JFE menahan diri untuk itu,” tegas anggota DPRD itu, sambil kembali mengungkapkan bahwa kebijakan tidak populis kepala daerah menjelang akhir masa jabatan hanya akan membuat gaduh dan bertentangan dengan instruksi Mendagri Tito Karnavian.
Belakangan santer beredar kabar bahwa akan ada pengangkatan Direksi PD Pasar dan PDAM oleh Wali Kota JFE.
“Saya kira komitmen Eman untuk mendukung Pemerintahan Caroll-Wenny sudah harus dibuktikan mulai saat ini, sehingga tidak perlu membuat keputusan kontroversial,” ujarnya.
Penulis: Jerry Michael
Editor : Herly Umbas

