oleh

Perkelahian Antar Kelompok Petani, Satu Meninggal dan Dua Luka Tebasan Parang

Tondano, Fajarmanado.com — Perkelahian antar kelompok masyarakat kembali terjadi. Kali ini, duel menggunakan parang terjadi antar kelompok petani di kaawasan perkebunan Makawembeng, Tondano Utara, Minahasa, Sulut, Minggu (14/6/2020).

Hanya dipicu saling nyindir, ke dua kelompok massa yang tengah mengolah kebun yang bersipatan, saling serang.

Tak ayal, satu dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya menderita luka tebasan parang.

Robert Mawuntu, 56 tahun, warga Kelurahan Marawas, lingkungan Satu, Kecamatan Tondano Utara dilaporkan meninggal dunia. Korban sempat dilarikan ke RSUD Sam Ratulangi Tondano, namun tak tertolong.

Sementara, dua korban menderita luka tebasan parang, adalah Jumadi Hadji Jafar, 60 tahun, warga Kelurahan Roong Lingkungan Empat dan Ilham Sataruno, 21 tahun, warga Kelurahan Kampung Jawa, Lingkungan Satu.

Jumadi menderita luka robek pada lengan sebelah kiri dan punggung sebelah kanan, sementara Ilham menderita luka pada pergelangan lengan kiri.

Kasubbag Humas Polres Minahasa, AKP Ferdy Pelengkahu menjelaskan, korban bersama sekitar 10 rekannya menuju ke kebun Rombek di wilayah perkebunan Makawembeng.

Berbekal parang dan alat pertanian lainnya, mereka tiba di kebun milik Devi Tumiir sekitar 10.40 Wita untuk membersihkan lahan, memangkas tumbuhan liar.

Di lahan tetangga, ada sekelompok pria, yang diperkirakan berjumlah 40 orang telah lebih dulu tiba ,juga membersihkan lahan.

Kesaksian Denny Mawuntu, 52 tahun, menyebutkan, di saat memulai pekerjaan, antara korban, saksi dan rekan-rekannya terlibat saling menyindir dengan kelompok pria yang tengah bekerja di lahan yang bertetangga. Perkelahian pun tak terelakan terjadi.

Devi Tumiir, 49 tahun, juga mengisahkan yang sama. Menurutnya, ketika melihat korban Robert bersimbah darah, mereka langsung melarikan korban ke RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket), korban diduga ditebas parang oleh pria yang dikenal dengan panggilan Utap. “Identitas lengkapnya sedang kami telusuri,” ujar Pelengkahu.

Penulis: Herly Umbas

News Feed