Hebat..! 20 Legislator Tomohon Kompak Geser Dana Reses, Sundah: Untuk Tangkal Covid 19
Ketua DPRD Kota Tomohon, Djemmy Sundah, SE ketika memantau dan menyerahkan Bansos Bapok kepada warga Kelurahan Lansot, Tomohon Selatan, Rabu (29/4/2020).

Hebat..! 20 Legislator Tomohon Kompak Geser Dana Reses, Sundah: Untuk Tangkal Covid 19

Tomohon, Fajarmanado.com — Dampak pandemi virus corona atau Covid 19 menggelitik nurani 20 legislator Kota Tomohon , Sulawesi Utara. Dana reses pun kompak digeser untuk menangani pandemi virus yang tak kasat mata di Kota Relegi dan Pendidikan ini.

Ketua DPRD kota Tomohon, Djemmy Sundah, SE mengungkapkan, semua legislator di daerah yang juga berjuluk Kota Bunga ini sama-sama melihat dampak dari pandemi Covid 19. Penyebaran virus corona ini telah meresahkan masyarakat karena berdampak sosial dan ekonomi, apalagi terhadap masyarakat ekonomi lemah.

Oleh karena itu, katanya, para legislator pun tergerak membantu penanganan Covid 19 ini. Terutama menangkal dan memutus mata rantai penyebaran virus ini.

Jemmy Sundah mengatakan, semua anggota DPRD Kota Tomohon sepakat tidak perlu lagi turun reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di masa pandemi Covid 19.

Keluhan rakyat diyakini hanya akan berada di seputar dampak penyebaran virus corona akibat dari penerapan program social distancing dan physical distancing.

“Makanya, ketika pemerintah menyatakan virus corona sudah pandemi, kami langsung mengeser anggaran reses kami ke upaya pemutusan penyebaran virus ini,” katanya kepada Fajarmanado.com di Tomohon, Rabu (29/4/2020).

Ia menyebutkan, anggota DPRD Kota Tomohon berjumlah 20 orang. “Alokasi biaya sekali reses kami ada sekitar delapan ratus juta,” ungkapnya.

“Namum kami tidak melaksanakan reses untuk kali ini dikarenakan kami sudah sepakat untuk mengeser anggaran reses tersebut ke penanganan virus ini,” sambung Sundah saat memantau penyaluran bantuan sosial bahan makanan pokok (Bansos Bapok) Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon kepada masyarakat di Kelurahan Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan.

Sundah menambahkan, pergeseran anggaran reses tersebut hanya bisa digunakan untuk pembelian alat pelindung diri (APD) dan pencegahan penyebarannya.

Sesuai regulasi, lanjutnya, dana reses tidak boleh dialihkan untuk pembelian bantuan pangan kepada masyarakat lantaran harus merubah APBD, sementara pergeseran anggaran ini sudah mendesak.

“Dana (reses) ini hanya untuk pembelian APD dan pembiayaan dalam rangka pemutusan mata rantai penyebaranya, karena jika dibelikan untuk bantuan pangan atau bantuan sosial harus melalui prosrs panjang, yaitu perubahan APBD,” tambahnya.

Sundah juga berharap kiranya penyebaran virus ini cepat berakhir sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Karena itulah, Sundah mengharapkan kepada warga Tomohon untuk tetap mengikuti anjuran pemarintah untuk di rumah saja, dengan menaati social distancing dan physical distancing agar  mata rantai penyebran virus corona ini cepat terputus.

Penulis: Jerry Michael