Tomohon, Fajarmanado..com — Sebanyak 637 dari 1.076 pelaku perjalanan dari luar daerah di Kota Tomohon di masa pandemi virus corona atau Covid 19 dikabarkan selesai dipantau.
Juru Bicara (Jubir) Gigus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Tomohon,Yely Potuh, SS mengatakan, dari hasil pemantauan 28 di antaranya berstatus orang dalam pemantauan atau ODP, satu orang pasien dalam pengawasan atau PDP.
“Dan pasien yang terkonfirmasi positif Covid 19 bertambah menjadi dua orang, yang sebelumnya satu orang,” katanya kepada wartawan di Tomohon, Rabu (8/4/2020).
Saat memberi keterangan pers, Jelly Potuh didampingi dua orang Wakil Jubir, yakni dr. Maria Sugiarto (Kepala Bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tomohon dan Elen Timerman (Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kota Tomohon.
“Dengan rincian,1 orang sementara dirawat di rumah sakit dan 1 meninggal dunia. Ke 2 pasien terkonfirmasi positif Covid 19 ini berasal dari Kecamatan Tomohon Tengah,” ujar Potuh di Lantai dua Mall Pelayanan Publik Kota Tomohon.
Menurutnya, Dinkes Kota Tomohon telah melakukan tracking kepada masyarakat dan tenaga medis yang mempunyai kontak erat maupun kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia.
“Untuk jumlah sementara yang telah di tracking berjumlah 94 orang, yang terdiri dari 27 orang petugas kesehatan dan 67 orang masyarakat, dengan hasil 2 orang positif Covid 19 dan akan dilaksanakan pemeriksaan lanjutan melalui Swab test,” jelasnya.
Saat ini tim di lapangan juga sementara melanjutkan pelaksanaan pemeriksaan rapid test untuk sisa orang yang belum di rapid yang sudah terdata melalui tracking.
Untuk itu, lanjut dia, Pemkot Tomohon menghimbau kepada masyarakat yang merasa melakukan kontak langsung atau kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif agar dengan inisiatif sendiri datang untuk diperiksa melalui pemeriksaan rapid test melalui Dinkes Kota Tomohon. Atau pun melapor melalui hotline Puskesmas yang sudah tersedia dan melalui call center 112. Dinas Kesehatan akan memberikan jadwal pemeriksaan.
“Kepada Masyarakat Tomohon pemerintah juga menginformasikan bahwa bila nantinya terjadi kerawanan stok bahan pangan di kota Tomohon maka saat ini Pemerintah memiliki stok 19,7 ton beras,” tambahnya.
Penulis: Prokla Mambo

