Ternate, Fajarmanado.com — Upaya Basarnas Ternate mencari korban hilang, Sonny Rembet (58 tahun) di perairan Pulau Siko, Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut) pada hari ketiga, Rabu (26?2/2020), ternyata belum membuahkan hasil.
“Pencarian hari ini, kami belum menemukan korban hilang,” kata Faisal, Sekretaris Desa (Sekdes) Siko, Kecamatan Kayoa ketika dikonfirmasi kembali Fajarmanado.com, Rabu (26/2/2020), malam.
Tim Basarnas Ternate sejak pukul 07.00 WIT telah terjun ke laut mencari korban hilang pada hari ini akibat tenggelamnya Kapal Motor (KM) Funka Murni pada Senin (24?2/2020) dini pagi.
“Tapi belum diketemukan. Saya tadi ikut, mohon maaf karena handphone, saya kasih tinggal di rumah, baru diangkat,” imbuh Sekdes Faisal.
Ia mengatakan, pencarian korban akan kembali dilakukan besok. Personil tim Basarnas yang menjadikan rumahnya sebagai posko, memastikan pencarian pasti akan dilanjutkan.
“Kapan distop, mereka (Tim Basarnas Ternate) menunggu perintah komandan mereka,” ujar Faisal dengan nada pelan, mengaku kelelahan.
Faisal mengatakan, pencarian melibatkan 5 penyelam Basarnas Ternate akan berlanjut hari ke empat besok.
“Sekarang mereka sedang istirahat di posko. Semoga saja besok ada hasilnya,” kata Faisal, yang terkesan responsof dan dialogis.
Menurutnya, pencarian korban dari hari ke hari terus diperluas radiusnya. Selain itu, warga Desa Siko dan penduduk pulau-pulau sekitar ikut membantu melakukan pencarian.
“Kami sudah berkoordinasi, kalau ada yang menemukan (korban) tentu akan segera memberitahukan kepada Basarnas,” paparnya.
Seperti dikabarkan, Sonny Rembet menjadi satu-satunya dari 10 penumpang KM Funka Murni yang belum diketemukan ketika kapal layar itu tenggelam di perairan sisi Timur Pulau Siko, Halteng pada Senin (24/2/2020), dini pagi.
KM Funka Murni sebelum tenggelam sempat mati mesin pada sekitar pukul 12.00 WIT, Minggu, 23 Februari 2020, kemudian terbawa ombak dan arus ke sebelah timur Pulau Siko.
Saat berada pada laut dangkal, jangkar dilepas namun ombak dan arus yang kencang menyebabkan jangkar putus.
Layar kapal sempat dibentangkan, tapi KM Funka Murni tetap tak bisa dikendalikan sehingga menabrak rep, kemudian tenggelam.
Penulis: Heru

