Hari Kedua, Tim Basarnas Belum Temukan 1 Korban Kapal Tenggelam di Halteng

Hari Kedua, Tim Basarnas Belum Temukan 1 Korban Kapal Tenggelam di Halteng

Ternate, Fajarmanado.com — Pencarian hari ke dua Sonny Rembet, korban hilang kapal tenggelam di perairan Pulau Siko, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara (Malut) pada Senin (24/2/2020) dini pagi silam, dikabarkan belum membuahkan hasil.

“Kami baru saja tiba di daratan, korban belum berhasil ditemukan,” kata Sekretaris Desa Siko, Kecamatan Kayoa,  Faisal kepada Fajarmanado.com, Selasa (25/2/2020), sore tadi.

Dihubungi sekitar pukul 17.40 WIT, Faisal mengatakan, lima penyelam Basarnas Ternate telah menyisir sekitaran lokasi musibah namun belum menemukan korban.

“Kabar dari personil Basarnas, pencarian akan dilanjutkan besok. Malam ini mereka beristirahat di Posko yang didirikan di desa kami,” papar pria yang responsif dan dialogis itu.

Sonny Rembet, pria 58 tahun domisili Desa Tompaso Dua Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Minahasa, Sulawesi Utara, dinyatakan hilang saat ketika kapal yang ditumpanginya, KM Funka Murni tenggelam di sisi Timur Pulau Siko sekitar pukul 00.10 WIT.

Sementara sembilan penumpang lainnya, termasuk nahkoda dan dua anak buah kapal (ABK) dinyatakan selamat.

Tiga awak kapal layar yang berkapasitas angkut 250 ton itu berhasil terjun dan berenang ke daratan pada malam itu, sedangkan enam penumpang lainnya baru bisa dievakasi warga Desa Siko pada pagi harinya.

Seperti diberitakan, KM Funka Murni bertolak dari Gane Timur, Halsel mengangkut 800 koli kopra pada Jumat, pekan lalu.

Kemudian, kapal layar berkapasitas angkut 250 ton ini singgah di Kecamatan Hindari,  Bacan Barat memuat 48 karung cengkih atau sekitar 5 ton yang dikawal Sonny dan tiga rekannya.

Dari Bacan Barat, KM Funka Murni melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Bitung. Namun di dekat Pulau Siko, sekitar pukul 12.00 WIT atau pukul 11.00 Wita mengalami mati mesin dan terseret arus yang kencang.

Kapal naas itu pun terombang ambing, kemudian terseret ombak dan arus ke arah daratan sebelah timur Pulau Siko.

Saat semakin dekat dan berada pada laut yang dangkal, sekitar pukul 18.00 WIT, jangkar pun dilego.

“Malamnya sekira 00:10 WIT, tali jagkar putus dan Kapal Funka Murni hanyut ke arah daratan dan menabrak rep yang membuat kapal tenggelam,” kata Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah sebagaimana dikutip Fajarmanado.com dari KabarMalut, Senin (24/2/2020).

Namun sebelum menabrak batu-batuan di sisi Pulau Siko, nahkoda dan awak kapal sempat membuka layar dengan harapan kapal bisa terbawa angin menuju laut lepas.

“Tapi karena ombak yang begitu besar disertai angin dan arus yang kencang, kapal hanya terbentur di batu-baru besar di sisi pulau sehingga hancur,” kata Sekdes Faisal.

Peristiwa ini menyebabkan semua 10 penumpang semakin panik. Di kegelapan malam itu, kapten atau nahkoda dan awak kapal, kemudian melompat dan berenang memutar menuju desa terdekat dan meminta bantuan dari masyarakat Desa Siko.

“Saat itu kami tak bisa langsung menyelamatkan melalui laut karena ombaknya sangat besar,” kisah Faisal.

Meski demikian,  ketika mendapat kabar sekitar pukul 6.30 WIT pagi kemarin,  Faisal mengerahkan empat orang yang ahli menyelam. Mereka menemukan enam korban selamat tengah berada di bebatuan, selanjutnya dievakuasi menuju desa.

Didampingi Nahkoda KM Funka Murni, Faisal mengisahkan, saat kapal membentur rep, korban Sonny terpisah dengan enam penumpang lainnya.

Di kegelapan malam itu, mereka hanya mendengar posisi masing-masing dari suara.

“Saat itu ada suara tolong yang terdengar,” ungkap Faisal menirukan kesaksian nahkoda kapal layar naas itu.

Pencarian terhadap korban oleh Basarnas Ternate, selain menggunakan KM Panduwenata, juga satu kapal patroli laut.

Penulis/Editor: Heru