Cari Sonny Rembet, Basarnas Ternate Terjunkan 5 Penyelam

Cari Sonny Rembet, Basarnas Ternate Terjunkan 5 Penyelam

Ternate, Fajarmanado.com — Basarnas Ternate terus melakukan pencarian satu-satunya korban hilang atas musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Funka Murni di perairan sisi timur Pulau Siko, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) sampai siang ini.

“Sejak kemarin sore (Senin, 24 Februari 2020) Basarnas belum menemukan korban,” kata Sekretaris Desa Siko, Kecamatan Kayoa, Faisal ketika dihubungi Fajarmanado.com melalui saluran telepon, Selasa (25/2/2020) siang.

Pencarian terhadap korban bernama Sonny Rembet, pria 58 tahun warga Desa Tompaso Utara, Kecamatan Tompaso Barat,  Minahasa,  Sulawesi Utara itu,  kata dia, terus dilanjutkan Basarnas Ternate dan masyarakat sekitar lokasi musibah pada hari ini.

“Ada 5 orang penyelam yang diterjunkan Basarnas hari ini tapi belum juga ada hasilnya,” ujar Faisal.

Sementara tiga rekan korban, Jelly Tenda, Reymond Laloan dan Ronald Tumewu, warga Kecamatan Kawangkoan,  Minahasa telah dievakuasi Basarnas menuju Ternate untuk kemudian dipulangkan menuju Kota Bitung.

“Syukur mereka hanya luka-luka ringan di kaki dan tangan. Satu di antara mereka ikut mengalami keseleo di kaki. Tapi semua sudah kami rawat dan yang kakinya sakit sudah dipijat,” papar Sekdes Faisal.

KM Funka Murni bertolak dari Gane Timur, Halsel mengangkut 800 koli kopra pada Jumat, pekan lalu. Kemudian, kapal layar berkapasitas angkut 250 ton ini singgah di Kecamatan Hindari,  Bacan Barat memuat 48 karung cengkih atau sekitar 5 ton yang dikawal Sonny dan tiga rekannya.

Dari Bacan Barat, KM Funka Murni melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Bitung. Namun di dekat Pulau Siko, sekitar pukul 12.00 WIT atau pukul 11.00 Wita mengalami mati mesin dan terseret arus yang kencang.

Kapal naas itu pun terombang ambing, kemudian terseret ombak dan arus ke arah daratan sebelah timur Pulau Siko.

Saat semakin dekat dan berada pada pantai yang dangkal, sekitar pukul 18.00 WIT, jangkar pun dilego.

“Malamnya sekira 00:10 WIT, tali jagkar putus dan Kapal Funka Murni hanyut ke arah daratan dan menabrak rep yang membuat kapal tenggelam,” kata Kepala Basarnas Ternate, Muhamad Arafah sebagaimana dikutip Fajarmanado.com dari KabarMalut, Senin (24/2/2020).

Namun sebelum menabrak batu-batuan di sisi Pulau Siko, nahkoda dan awak kapal sempat membuka layar dengan harapan kapal bisa terbawa angin menuju laut lepas.

“Tapi karena ombak yang begitu besar disertai angin dan arus yang kencang, kapal hanya terbentur di batu-baru besar di sisi pulau sehingga hancur,” kata Sekdes Faisal.

Peristiwa ini menyebabkan semua 10 penumpang semakin panik. Di kegelapan malam itu, kapten atau nahkoda dan awak kapal, kemudian melompat dan berenang memutar menuju desa terdekat dan meminta bantuan dari masyarakat Desa Siko.

“Saat itu kami tak bisa langsung menyelamatkan melalui laut karena ombaknya sangat besar,” kisah Faisal.

Meski demikian,  ketika mendapat kabar sekitar pukul 6.30 WIT pagi kemarin,  Faisal mengerahkan empat orang yang ahli menyelam. Mereka menemukan enam korban selamat tengah berada di bebatuan, selanjutnya dievakuasi menuju desa.

Didampingi Nahkoda KM Funka Murni, Faisal mengisahkan, saat kapal membentur rep, korban Sonny terpisah dengan enam penumpang lainnya.

Di kegelapan malam itu, mereka hanya mendengar posisi masing-masing dari suara.

“Saat itu ada suara tolong yang terdengar,” ungkap Faisal menirukan kesaksian nahkoda kapal layar naas itu.

Pencarian terhadap korban oleh Basarnas Ternate, selain menggunakan KM Panduwenata,  juga satu kapal patroli laut.

Editor    : Heru