Tombatu, Fajarmanado.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Pemkab Mitra) meluncurkan program Jaga Sungai (JS). Program melestarikan lingkungan hidup ini dicanangkan Wakil Bupati (Wabup) Drs Jesaya Jocke Oscar Legi di Deaa Tombatu Satu, Kecamatan Tombatu, Kamis (1/11/2018).
Mewakili Bupati James Sumendap, Wakil Bupati Jocke Legi mengatakan pencanangan jaga sungai ini sangat penting dilaksanakannya untuk keseimbangan ekosistim dan mencegah banjir dan longsor.
“Penanaman pohon di pinggiran sungai sangat membantu kita untuk mencegah bahaya banjir dan tanah longsor,” jelas Legi.
Terpisah Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Mitra Dedy Siwi, mengungkapkan, ada sekitar 6 ribu pohon yang ditanam di wilayah desa Tombatu Satu, kecamatan Tombatu, terutama di sepanjang bantaran sungai.
“Kami mengapresiasi kepada pihak masyarakat yang ada di desa Tombatu Satu yang sangat antusias dalam menunjang program Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yakni Jaga Sungai, karena rela memberi diri untuk menanam pohon sekitar sungai,” ujar Siwi.
Ironisnya, meski pencanangan program Jaga Sungai ini berlangsung sukses, namun kepala Dinas Lingkungan hidup tidak kelihatan sampai acara berakhir.
“Kami sebagai Warga masyarakat sangat menyayangkan sikap dari kepala dinas Lingkungan hidup Mitra yang tidak bersama sama dalam acara penanaman pohon,” ujar warga yang namanya tidak mau dipublikasikan.
Pantauan Fajarmanado.com di lokasi penanaman pohon secara massal, oknum Kadis LH Mitra tak terlihat batang hidungnya.
Yang tampak, selain Kabid LH Dedi Siwi, juga Kabid Penyuluh Dinas Pertanian Mitra Audy Rondo, Camat Tombatu Fredy Hesky Kumesan, para kelompok Jaga Sungai di desa Tombatu Satu dan staf di bidang persampahan Dinas LH Mitra.
Penulis : Didi Gara

