Ratahan, Fajarmanado.com — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) kembali mendapat sorotan dari masyarakat.
Anwka Sampah dari masyarakat yang diangkat dan diangkut oleh petugas kebersihan, kemudian dibuang langsung ke TPA terus emndapat keluhan warga sekitar TPA karena menimbulkan banyak sarang lalat.
“Dinas terkait harus bertanggung jawab terhadap banyaknya lalat disekitar perkebunan warga,” tandas Max Tulandi, salah warga yang mempunyai perkebunan di sekitar lokasi TPA.
Lebih lanjut Tulandi menjelaskan, semua perkebunan yang ada disekitar TPA banyak sekali lalat yang bertebangan.
“Kami sangat menyayangkan pihak dinas lingkungan hidup kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang tidak peduli terhadap pengeluhan warga yang ada di sekitar lokasi TPA,” katanya.
Terpisah Kepala Dinas Lingkungan hidup kabupaten Minahasa Tenggara Dr Tommy Soeleman ketika dikonfirmasi oleh Fajarmanado.com mengarahkan kepada kepala bidang persampahan.
“Berhubungan langsung saja dengan kepala Bidang persampahan,” cetusnya.
Sementara itu kepala Bidang persampahan Deddy Siwi menjelaskan anggaran untuk penimbunan dan operasional di bidang persampahan,terhitung mulai bulan April tahun 2018 ini sudah di ambil alih oleh pihak sekretariat dinas.
“Muali april 2018 ini semua biaya operasional dibidang persampahan diambil alih oleh sekretariat dinas,” ujar Siwi.
Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten minahasa tenggara Robby Ngongoloy ketika dikonfirmasi oleh Harian Reportase mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan kepada pihak dinas lingkungan hidup untuk membenahi TPA.
“Kalau tidak mampu untuk mengatasi persoalan Sampah ini lebih baik mundur saja dari jabatan sebagai kepala dinas,”Tegas Ngongoloy.
Penulis : Didi Gara

