Astaga..! Dua Pria Bermobil ‘Buang’ Orok Bayi di Pekuburan Umum
Inilah keberadaan orok bayi terbungkus karung putih di Pekuburan Umum Mapanget, Kota Manado, Rabu (2/5/2018), tengah malam. Foto: Humas Polda Sulut.

Astaga..! Dua Pria Bermobil ‘Buang’ Orok Bayi di Pekuburan Umum

Manado, Fajarmanado.com – Orok bayi ditemukan warga di Pekuburan Umum Kelurahan Lapangan, Kecamatan Malanget, Kota Manado, Rabu (2/5/2018), tengah malam tadi. Disinyalir hasil selingkuh, orok bayi itu diduga keras sengaja dibuang oleh dua pria bermobil.

Penemuan orok bayi sekitar pukul 23.30 Wita itupun sontak menghebohkan Warga Mapanget Manado sampai pagi tadi. Polisi masih mengusut motif pembuangan orok bayi yang ditemukan oleh lelaki Niklas Makaqoge (37 tahun), warga Kima atas Lingkungan III Kecamatan Mapanget.

Niklas mengisahkan bahwa tadi malam dia sempat mencurigai ketika melihat sebuah mobil melintas di depan rumah dan masuk ke dalam pekuburan. Mobil itu berjenis Ayla warna putih dengan nomor kendaraan B 1286 FOF.

Menurutnya, mobil tersebut dikendarai oleh dua orang lelaki yang dikenalnya berasal dari perumahan Griya Paniki Indah (GPI) dan yang satunya berasal dari Tondano.

Saat keluar dari pekuburan, saksi sempat mencegat dan menghentikan mobil tersebut kemudian menanyakan maksud dan tujuan kedua lelaki itu masuk ke dalam area pekuburan dengan mobil pada malam yang sudah sangat larut.

“Mereka mengatakan bahwa tujuan mereka adalah untuk mengubur bayi berumur 4 bulan,” ujar Niklas, yang mengaku langsung melakukan pengecekan ke dalam kawasan pekuburan dan menemukan orok bayu yang terbungkus karung putih.

Petugas piket Polsek Mapanget yang menerima laporan tersebut langsung merespon. Sejumlah anggota bergegas  mendatangi temlat kejadian perkara (TKP), selanjutnya mengumpulkan bahan keterangan serta mengevakuasi orok bayi tersebut ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

Kapolsek Mapanget AKP Johanis Pagayang membenarkan peristiwa tersebut. “Pelaku masih dalam penyelidikan,” ungkapnya.

Meski demikian, Kapolsek mengatakan segera menjemput ke dua pria yang disebutkan saksi untuk dimintai keterangan.

Sementara sejumlah warga setempat mensinyalir ada sesuatu kejanggalan meskipun orok bayi itu benar-benar dikubur. Apalagi, ke dua pria yang membuangnya mengaku jika bayi yang mereka kubur sudah berusia 4 bulan.

“Kalau tidak ada sesuatu yang hendak mereka sembunyikan, mengapa dikuburkan diam-diam. Seyogiaya penguburan orok bayi harus melalui proses yang layak didampingi aparat pemerintah dan tokoh agama setempat,, apalagi kalau sudah berumjr 4 bulan,” ujar Marthen.

Editor : Herly Umbas