Wah..! RS Mala Diduga Lakukan Mal Praktik
Ibunda korban mal praktek, Risma Bawaa

Wah..! RS Mala Diduga Lakukan Mal Praktik

Talaud, Fajarmanado.com — Dugaan mal praktek diduga dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit (RS) Mala Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud gara-gara pasien operasi harus menjalani perawatan intensif kembali.

Sinyalemen ini mencuat setelah Risma Bawaa (24 tahun), warga Desa Tabang, Kecamatan Rainis, pasien yang menjalani operasi cesar saat melahirkan beberapa pekan lalu, dibawa kembali ke RS Mala pada Kamis (19/4/2018).

Risma digotong masuk Instalasi Rawat Garurat (IGD) sekira pukul 20:00 Wita. Ibu muda ini kemudian dipindahkan di ruang perawatan Bugenville kelas 2.

Ibunda Risma mengisahkan, tindakan operasi yang dilakukan tim medis RS Mala beberapa pekan lalu berlangsung lancar sehingga pasien langsung diijinkan dokter pulang tapi tetap menjalani rawat jalan.

“Setelah usai dioperasi kami langsung pulang kampung. Pihak rumah sakit memberikan salah satu salep. Sesuai petunjuk dokter, salep tersebut kami gosokkan kebagian tubuh luka bekas operasi,” katanya.

Beberapa hari setibanya di rumah, Ibunda Risma mengaku anaknya mengalami  kejang-kejang dan terus merintih kesakitan.

Kondisi Risma ini membuat keluarganya kuatir, kemudian bawah korban ke Puskesmas Beo. “Salah seorang dokter mengatakan bahwa salep tersebut merupakan salep mata,” jelas ibunda Risma saat ditemui di RS Mala.

Menurut ibunda Risma, yang jadi masalah kenapa harus diberikan salep mata. “Kenapa harus diberikan salep mata. Inikan harus menyembuhkan luka pada tubuh setelah usai dioperasi. Semestinya ada obat – obat yang lain untuk diberikan agar supaya luka tersebut cepat sembuh. Kecuali penyakit yang terjadi pada mata. Itu baru diberikan salep mata. Buktinyakan pasien kejang – kejang dan merintih kesakitan. Itu berarti tidak cocok. Mana mungkin salep mata bisa menyembuhkan luka operasi,” ujar ibunda Risma sambil menyesalkan kejadiam tersebut.

Ia pun berharap pihak RS Mala harus bertanggung jawab atau memberikan klarifikasi medis “Kami sangat mengharapkan pihak RS harus bertanggung jawab dan seharusnya memberikan obat yang tepat pada penyakit yang diderita oleh para pasien,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Direktur RS Mala Kabupaten Talaud, Dr. Susanti Essing saat ditemui diruang kerjanya mengatakan bahwa salep mata tersebut tak berpengaruh.

“Salep mata tersebut tak berpengaruh pada pasien. Karena menjaga iritasi pada kulit,” ucap Essing.

Penulis: Briet Maga

Editor   : Herly Umbas