Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Tomohon Terapkan Tiga Sistem Monitoring

Tingkatkan Kesejahteraan, Pemkot Tomohon Terapkan Tiga Sistem Monitoring

Tomohon, Fajarmanado.com – Sekretaris Kota (Sekkot) Tomohon Ir. Harold V Lolowang, M.Sc memimpin Rapat Koordinasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran Belanja Daerah Tahun Anggaran (APBD) 2018 Periode Januari-Februari 2018 Kota Tomohon di ruang rapat Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Tomohon, Senin (19/3/2018).

Wali Kota Tomohon Jimmy F. Eman, SE.Ak dalam sambutannya yang dibacakanSekot Lolowang mengatakan, evaluasi dan pengawasan realisasi anggaran dilaksanakan untuk mendorong penyerapan anggaran secara optimal di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, sekaligus pengawasan terhadap realisasi anggaran sehingga bisa ditemukan apa yang menjadi penghambat dalam penyerapan anggaran dan meningkatkan kualitas penyerapan anggaran.

“Kegiatan ini juga bertujuan dalam rangka optimalisasi kinerja realisasi anggaran, konsistensi realisasi dengan rencana pembangunan  dan konsolidasi pelaporan sehingga dapat difasilitasi penyelesaian hambatan-hambatan mengenai realisasi anggaran, dirumuskannya solusi terhadap hambatan-hambatan tersebut dan dilaporkan perkembangan realisasi anggaran dan program pemerintah secara berkala,” jelasnya.

Lolowang memaparkan, penyusunan instrumen akan menghasilkan satu perangkat instrumen yang lengkap dan menyeluruh mencakup aspek-aspek yang akan di monitor dan di evaluasi.

“Saya harap dengan adanya instrumen ini dapat membantu semua pihak guna memperoleh informasi terkait manfaat yang dihasilkan dari program pembangunan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sekkot  Lolowang lebih jauh menjelaskan, instrumen monitoring dan evaluasi terdiri dari 3 (tiga) bagian pokok yaitu Kebutuhan data; Metode pengumpulan data; dan Sumber data. Rumus penyusunan indikator S.M.A.R.T yaitu, Spesific. Tujuannya harus secara khusus menggambarkan hal-hal yang diinginkan.

Measurable bertujuan harus dapat dijabarkan dalam indikator yang terukur, Attainable tujuan harus dapat dicapai dengan kondisi sumber daya dan potensi yang ada.

“Sedangkan Relevant: tujuan harus relevant dengan kebutuhan informasi dan pengelolaan yang ada, dan terakhir Timely, yang bertujuan harus tepat waktu dalam arti kondisi yang diperlukan dan kebutuhan yang berkembang,” jelasnya.

“Penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi manfaat pembangunan Kota Tomohon dilakukan melalui beberapa tahap yang secara keseluruhan merupakan kerangka dasar yang akan dijadikan pedoman untuk tahap monitoring dan evaluasi selanjutnya,” sambung Sekkot.

Sebelumnya, Kaban Keuangan Daerah Drs. Gerardus Mogi melaporkan bahwa kegiatan ini untuk Pengawasan atas Realisasi Anggaran Belanja Daerah Kota Tomohon periode Bulan Januari-Februari 2018.

Tampak hadir juga Inspektur Kota Ir. DjoIke Karouw, M.Si, para Asisten Setda Kota Tomohon, seluruh kepala perangkat daerah Kota Tomhoon, para Kabag dan perwakilan instansi terkait.

Penulis: Prokla Mambo

Editor   : Herly Umbas