Watuseke Minta Panwas Mitra Bertindak Tegas

Watuseke Minta Panwas Mitra Bertindak Tegas

Ratahan,Fajarmanado.com – Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menyesalkan perbuatan sejumlah masyarakat yang meneriakkan kotak kosong saat mengantar Plt Bupati MItra Ronald Kandoli ke kantor.

“Saya minta dan desak Panwas untuk bertindak jangan hanya tinggal diam, ini pelanggaran secara langsung dan terang benerang seperti mengkampanyekan kotak kosong,” tegas Tavif Watuseke ketua DPRD Kabupaten Mitra Yang juga sebagai wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Mitra kepada Fajarmanado.com minggu (18/2/2018).‎

Peristiwa itu dilakukan oleh segelintir orang saat mengantar pelaksana tugas (plt) Bupati Mitra Ronald Kandoli dari kediamannya Desa Lowu Kecamatan Ratahan, Kamis kemarin.

Dalam iring-iringan massa dan kendaraan bentor mengelilingi sang Plt Bupati, mereka berteriak kotak kosong sambil memperlihatkan simbol kotak kosong yang merupakan lawan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Mitra James Sumendap dan Jesaja JO Legi (JS-Oke) pada 27 Juni 2018 nanti.
“Kepada plt harus bersikap netral dan negarawan, karena dia (Kandoli) tidak mencalonkan diri tidak masalah membawa simpatisan tapi tegur masyarakatnya dan jangan ada gerakan tambahan seperti peristiwa kemarin,” tegas personil Fraksi PDI Perjuangan ini.
Menurutnya saat ini tengah dalam tahapan kampanye, sehingga hal-hal yang diluar ketentuan agar dihindari terlebih sebagai Plt Bupati harus bersikap netral menghadapi pilkada serentak pemilihan Bupati dan wakil Bupati Mitra.
Kata Watuseke kalau calon yang diusung PDIP James Sumendap berteriak-teriak tak masalah karena dia menjadi calon. “Tugas plt Bupati sukseskan Pilkada aman, damai dan netral,” tegasnya.
Hal sama juga di sampaikan oleh Ketua DPC Gerindra Mitra Alkindy Bilfaqi tindakan yang dilakukan oleh orang yang tindak bertanggung jawab yang menurunkan foto dari James Sumendap adalah sangat keliru.
“Tindakan yang menurunkan foto dari bupati James Sumendap adalah keliru,”ujar alkindi kepada sejumlah wartawan minggu (18/2/2018) kemarin.
Ronald Kandoli plt Bupati Mitra menilai apa yang dilakukan massa yang mengarak dia dari rumah pribadi ke kantor Bupati dilakukan dengan spontanitas tidak ada unsur apa-apa apalagi menyuruh melakukan seperti apa yang ditudingkan kepadanya. “Saya tidak menyuruh ataupun memerintahkan, spontanitas mereka lakukan,” jelas Kandoli.
Terpisah Panwas Kabupaten Mitra mengaku sudah mengetahui dan mendapat laporan terkait adanya sejumlah masyarakat yang berteriak-teriak kotak kosong saat mengantar plt Bupati Ronald Kandoli ke kantor Bupati Mitra. “Kalau melanggar larangan kampanye pasti ada sangsi, tegas Jobby Lungkutoy ketua Panwas Kabupaten Mitra.Panwas Kabupaten Mitra mengaku sudah mengetahui dan mendapat laporan terkait adanya sejumlah masyarakat yang berteriak-teriak kotak kosong saat mengantar plt Bupati Ronald Kandoli ke kantor Bupati Mitra. “Kalau melanggar larangan kampanye pasti ada sanksi,” tegas Ketua Panwas Kabupaten Mitra Drs Jobby Lungkutoy ME.

Ronald Kandoli plt Bupati Mitra menilai apa yang dilakukan massa yang mengarak dia dari rumah pribadi ke kantor Bupati dilakukan dengan spontanitas tidak ada unsur apa-apa apalagi menyuruh melakukan seperti apa yang ditudingkan kepadanya. “Saya tidak menyuruh ataupun memerintahkan, spontanitas mereka lakukan,” jelas Kandoli.

Kandoli mengatakan aksi jalan kaki tersebut merupakan spontanitas yang dilakukan dirinya bersama masyarakat di hari pertama dirinya dipercayakan pemerintah provinsi sebagai Plt Bupati Mitra.

Setibanya di kantor Bupati, saya langsung menggelar rapat perdana bersama Kepala SKPD. Dalam rapat tersebut para ASN saya tegaskan kembali agar netral dalam memasuki masa kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018,” tandasnya.

Penulis : Didi Gara