Airmadidi,Fajarmanado.com – Pelaksanaan Pameran pembangunan atau Minahasa Utara (Minut) Expo yang digelar dalam rangka memeriahkan Hut Minut ke – 14 mendapat kritikan dari tokoh pemuda Welly Mantiri. Pasalnya sebagian besar stand milik Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hanya dipajang baliho kegiatan, bukan produk unggulan Minut.
Mantiri mengatakan, Minut expo ini seharusnya menjadi ajang untuk memamerkan produk unggulan maupun sarana dan prasarana yang ada di masing – masing SKPD. Bukan hanya menampilkan foto – foto di baliho yang hanya menunjukan kesan tidak kreatifnya pimpinan SKPD dalam mengikuti ajang tahunan ini.
“Minut expo ini bukan saja sekedar hiburan, tetapi ajang untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat baik ssbagai konsumen, pemakai maupun pengguna. Bukan seperti ini yang banyak menampilkan foto di baliho dan gorden.”tukas Mantiri.

Lebih lanjut Mantiri mengatakan, dalam ajang Minut expo ini, stand kecamatan patut diapreseasi karena banyak menampilkan produk unggulan di wilayahnya, seperti stand kecamatan Kema, Likupang Barat dan Likupang Timur yang menampilkan ikan olahan masyarakat serta hasil perkebunan, begitu juga dengan kecamatan Likupang selatan yang menampilkan olahan buah durian yang dibuat berbagai jenis penganan.
“SKPD harus belajar dari kecamatan untuk mengias stand pameran, momentum ini bukan sekedar seremoni tahunan yang tanpa tujuan. Ini harus menjadi pembelajaran kedepan agar SKPD harus lebih mempersiapkan diri dan menyiapkan konsep yang baik untuk dipamerkan atau di perkenalkan kepada masyarakat.”lugas Mantiri.
Penulis : Joel Polutu

