Tomohon, Fajarmanado.com – ‘Perut’ Gunung Lokon bergemuruh tiga hari terakhir. Aktivitas vulkanologi gunung berapi di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masih juga di atas normal. Namun larangan Wali Kota Jimmy Feldie Eman SE Ak belum juga digubris sebagian warga setempat.
Pantauan Fajarmanado.com, masyarakat masih saja nekad beraktivitas di kawasan kaki gunung berketinggian 1580 meter di atas permukaan laut (MDPL) ini. Padahal, himbauan Wali Kota, telah ditertegas pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon.
Sampai sekitar pukul 17.00 Wita, sore tadi, masih banyak juga orang yang terlihat beraktivitas mengolah kebun dan melakukan penambangan batu di lokasi tambang Lilinowan, sebelah Barat pemukiman penduduk Kelurahan Kakaskasen Satu, yang berdekatan dengan salahsatu kawah gunung berapi aktif itu.
Bahkan, truk-truk pengangkut batu terpantau silih berganti bolak balik mengangkut batu. Begitu pula sejumlah operator alat berat tetap bekerja seperti biasanya membongkar dan memuat batu di atas latbak setiap truk yang muncul di lokasi tambang.
Menanggapi hal ini, Kaban BPBD Kota Tomohon Robby Kalangi melalui Kabid Rehab Recon Wilem Runtukahu menyatakan penyesalannya atas sikap tidak peduli masyarakat atas peringatan dini melalui himbauan dari Pemkot Tomohon.
“Kami sangat mengharapkan agar masyarakat dapat bersikap patuh atas himbauan pemerintah ini demi keselamatan masing-masing. Ini bukan untuk siapa, tapi untuk keamanan dan kenyamanan kita bersama agar terhindar dari hal hal yang tidak di inginkan,” kata Runtukahu saat ditemui Fajarmanado.com di pos siaga bencana, Sabtu (04/11/2017) sore tadi.
Ia mengatakan, aktivitas vulkanologi Gunung Lokon, sesuai informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api, masih tinggi. “Bahkan sore ini terjadi peningkatan lagi. Makanya, kami harus terus melakukan pengawasan satu kali 24 jam memantau kemungkinan terburuk,” paparnya.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak petugas Pos Pemantau Gunung Api, kata dia, masyarakat harus berada di luar radius 1,5 kilometer dari kaki Gunung Soputan.
“Makanya, untuk sementara waktu Gunung Soputan ditutup untuk kegiatan pendakian. Kami sudah mengirim petugas dan menjemput para pencinta alam yang sudah terlanjur mendaki untuk turun,” ungkap Runtukahu.
Selain BPBD, Pemkot Tomohon juga telah melibatkan seluruh Linmas yang berada di Kelurahan Kakaskasen Satu dan Kelurahan Kinilow ikut siaga di pos-pos bencana yang sudah ditetapkan, termasuk berjaga-jaga di beberapa akses jalan pendakian Gunung Lokon.
Penulis : Prokla Mambo
Editor : Herly Umbas

