Airmadidi,Fajarmanado.com – Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) akhirnya angkat suara soal isu keretakan antara dirinya dengan wakil bupati Joppy Lengkong (Jo). Menurutnya, informasi tersebut tidak benar, karena sampai saat ini komunikasi dan hubungannya dengan wakil bupati masih terjalin dengan baik.
“Keretakan hubungan dengan wakil bupati itu tidak mungkin terjadi, sebab dari awal kami telah berkomitmen untuk selalu untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat daripada kepentingan kami, dan selalu bersama dalam membangun Minut sampai akhir masa jabatan,” tegas Panambunan kamis (7/8).
Soal jarang tampil berdua dalam menghadiri acara, menurut Panambunan hanyalah suatu kebetulan saja, sebab bupati dan wakil bupati mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing sehingga tidak mutlak harus terus berdampingan dalam suatu acara atau sidang di DPRD.
“Memang ada beberapa acara yang tidak dihadiri pak wakil, begitu juga saya. Itu bukanlah tolak ukur untuk menilai hubungan antara saya dengan wakil bupati sebab kami berdua mempunyai tangung jawab masing-masing sebagaimana yang dimanatkan dalam undang-undang.”tandasnya.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya bersama wakil bupati sedang fokus untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat Minahasa Utara, untuk mewujudkan janji yang telah disampaikan disaat kampanye lalu.
Isu keretakan ini mengundang keprihatinan ketua DPC PDIP Minahasa Utara Denny Lolong, ia meminta agar bupati dan wakil bupati untuk menghindari konflik agar tidak menghambat roda pemerintahan yang saat ini sudah terbangun dengan baik. Meski partainya tidak mengusung VAP-Jo di Pilkada lalu, PDIP sangat mendukung pemerintahan VAP-Jo hingga akhir masa jabatannya.
“Kami sangat mendukung pemerintahan VAP-Jo untuk membangun Minut. Jangan sampai keretakan yang terjadi di daerah lain, terjadi di Minut, sebab hal itu lebih banyak membawa dampak negatif terhadap pemerintahan dan menghambat roda pembangunand daerah.”lugas Delon sapaan akrabnya.
Ia berharap, selisih paham antara bupati dan wakil bupati yang terjadi di beberapa daerah di Sulut, tidak terjadi di Minahasa Utara agar program yang telah disusun bersama bisa dijalankan bersama-sama hingga akhir masa jabatan.
Penulis : Joel Polutu

