Biadab, Bayi Baru Lahir Ditinggalkan di Tempat Samapah
DIRAWAT : Bayi perempuan yang ditemukan warga di kompleks kampus Unima saat dalam perawatan medis ti RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano.

Biadab, Bayi Baru Lahir Ditinggalkan di Tempat Samapah

Tondano, Fajarmanado.com – Warga kelurahan Maesa, dihebohkan dengan penemuan orok bayi ditempat sampah, kompleks perumahan Universitas Negeri Manado (Unima). Bayi berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan baru saja di lahirkan itu, di temukan masih dalam keadaan hidup oleh Muhamad Abdi Mengkareng (42) warga kompleks Perum Unima Blok D Kelurahan Maesa, kecamatan Tondano Selatan.

Mengkareng mengatakan, awalnya bayi tersebut dikiranya boneka. Namun karena penasaran, dirinya mendekat dan didapati ternyata adalah bayi yang masih lengkap dengan tali pusat yang belum dipotong dari plasenta.

“Seperti biasa, saya jualan nasi kuning di kompleks kampus Unima. Sekira pukul 09.30 Wita saya melintas di jalur yang dipinggirnya dijadikan tempat buang sampah oleh masyarakat. Saya melihat ada yang menyolok. Saya kira boneka, setelah saya mendekat, ternyata orok bayi,”Mangkerang, Senin (7/8) tadi.

Mangkareng menjelaskan, saat ditemukan bayi tersebut masih hidup namun tidak menangis, sementara mulut bayi masih dipenuhi lendir. Melihat kondisi ini, ia langsung mengambil tindakan untuk membersihkan lendir dari mulut bayi. Usahanya itu tidak membuahkan hasil dan bayi tersebut tetap tidak mengeluarkan suara tangisan. Mangkareng tak kehilangan akal, ia mencubit kaki bayi dan disaat itu sang bayi langsung menangis.

“Melihat bayinya menangis, saya langsung memberiskan sisah darah yang melekat dibadannya dengan daun pisang kering. Kebetulan ada mahasiswa yang melintas dan melihat peristiwa tersebut. Karena iba mahasiswa itu memberikan sebuah baju untuk membersihkan bayi tersebut.

Setelah dibersihkan, mereka langsung membawa bayi malang itu ke Puskesmas Koya untuk mendapat perawatan medis. “Saya cuma sampai di Puskesmas Koya. Dan dari Puskesmas Koya, petugas medis merujuk bayi itu ke RSUS Dr Sam Ratulangi Tondano untuk mendapat perawatan medis lanjutan,” tutupnya.

Sementara informasi dari RSUD Dr Samratulangi menunjukan bahwa bayi malang itu memiliki berat badan 2.600 gram, panjang 43 cm. “Saat mereka bawa kemari, kondisi bayi sehat dan masih dengan plasenta,” kata Kabid Pelayanan Medik, Olviane Ratu.

“Analisa kami, bayi tersebut lahir sekira pukul 06.00 atau pukul 07.000 Wita,” sambungnya sembari menambahkan kalau sudah ada pihak yang mengajukan permohonan hak asuh. Dan untuk pakaian, akan dibantu oleh Dinas Sosial.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH mengatakan bahwa pihaknya sementara melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa orang tua bayi tersebut. “Kami sementara melakukan penyelidikan untuk mencari tahu orang tua bayi tersebut. Dan sudah mengorek informasi dari orang pertama yang menemukannya,” singkat Syamsubair.

menumakan orok bayi tersebut masih dalam keadaan hidup, ia langsung mengeluarkan lendir dimulut bayi dengan harapan agar bayi ini bisa menangis Namun usahanya tersebut tidak meLanjutnya, mendapati jika itu adalah bayi manusia dan masih dalam keadaan hidup, dirinya langsung bertindak dan mengeluarkan lendir dimulut bayi tersebut. Namun setelah lendir dikeluarkan, bayi tersebut belum menangis. “Karena tidak menangis, kakinya saya cubit baru dia menangis,” jelasnya.

Penulis : Fisher Wakulu

Editor : Joel Polutu