“Tujuan pemerintah, presiden dan menteri hanya satu, yaitu bagaimana untuk mensejahterakan rakyat,” ungkap gubernur, sambil menyebutkan kehadiran Mensos di daerah Nyiur Melambai merupakanwujud komitmen dan bukti kepedulian pemerintah pusat dalam upaya penanggulangan kemiskinan di daerah ini.
Pada kesempatan itu, Mensos Kofifah menghimbau bagi penerima dana PKH hendaknya menggunakan dananya itu untuk kebutuhan sekolah anak-anak dan bukan untuk keperluan lain yang kurang penting.
“Penyaluran tahap satu PKH yang sekarang diterima ibu-ibu nilainya Rp. 500 ribu (rupiah), kan? Saya minta jangan digunakan untuk keperluan yang kurang penting! Gunakan untuk kebutuhan yang penting seperti anak sekolah” tegas Khofifah.
Ia mengingatkan, dana PKH yang disalurkan itu harus betul-betul dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan anak atau usaha yang menambah kesejahteraan keluarga.
Diketahui, Kartu PKH digabungkan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang disebut Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE-PKH). Dengan begitu, PKH tak lagi dikucurkan dalam bentuk uang tunai.
Masih dalam rangkaian acara yang sama dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa Kartu Keluarga Sehat (KKS) dan Beasiswa kepada pelajar di Kota Tomohon yang berprestasi juga dilanjutkan dengan penyaksian transaksi penarikan tunai melalui ATM BRI yang dilakukan oleh penerima bantuan.
Turut hadir Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial RI Nur Pujianto, Wawali Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, unsur Forkopimda, Pemimpin Wilayah Bank BRI Manado D P Oka Waharjana, Pemimpin Cabang BRI Tondano Noeroel Fadjari, Pimpinan Cabang BRI Pembantu Tomohon Herri Santosa, Kepala Dinas Sosial Sulut Grace Punuh, Kepala Dinas Sosial Tomohon dr John Lumopa dan jajaran Pemkot Tomohon serta para penerima bantuan.
(prokla)

