Ratahan, Fajarmanado.com – Dibongkarnya tugu KB yang berdiri tepat di tengah jalan protokol di Kelurahan Tosuraya, Kecamatan Ratahan adalah dalam rangka menata ibu kota Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menjadi lebih baik, termasuk jalur kelancaran arus lalu lintas dalam peningkatan perekonomian masyarakat.
Tugu tersebut dinilai dapat memberikan efek negatif terhadap arus transportasi yang ada. Selain dapat mengundang kerawanan berlalu lintas, juga untuk mendukung keberadaan Plaza Ratahan yang segera difungsikan dalam waktu dekat ini.
“Pembongkaran tugu KB tersebut sudah benar, karena sering membuat kesalahpahaman antara pengguna jalan. Selain itu, kalau pasar tradisional dan modern difungsikan tentu akan sangat memberikan efek negatif terhadap aktivitas dipusat kota,” ujar Epit komalig, salah satu warga Ratahan.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Mitra, Farry Liwe, penataan Ibu Kota Ratahan memang tengah digenjot pihak Pemkab Mitra sebagai wujud komitmen Bupati James Sumendap SH. “Langkah itu menjadi salah satu bagian dari penataan ibu kota. seperti adanya pelebaran jalan hingga pembangunan drainase.Ini penting karena ibu kota menjadi salah satu ikon kabupaten Minahasa Tenggara,” ungkap Liwe.
Selain itu,mantan sekda minsel tersebut mengatakan, pentingnya penataan ibu kota akan sangat berpengaruh terhadap daerah lainnya,dimana pusat pemerintahan ada di Ratahan, sekaligus menjadi basis perekonomian.
“Namun, pemerataan pembangunan tetap dilakukan diseluruh wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara, dan penataan ibukota menjadi salah satunya. Dan ini semua dilakukan untuk pembangunan Minahasa Tenggara agar lebih maju dan hebat lagi,” pungkasnya.
(geri)

