Tondano, Fajarmanado.com – Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) mengoleksi sejumlah jalan rusak. Bahkan, di pintu masuk dari Tataaran maupun dari Boulevard Tondano, jalan rusak sudah menyambut.
Kondisi tersebut pun dikeluhkan sejumlah mahasiswa yang beranggapan kalau kondisi tersebut harus diberi perhatian lebih dari pimpinan kampus. Karena menurut mereka, meskipun pembangunan gedung-gedung terus berkelanjutan, tapi kalau akses jalan tidak baik, tentu menjadi nilau kurang yang harus diperbaiki.
“Saat ini pembangunan sejumlah gedung di kampus terus dilakukan. Tapi tidak diimbangi dengan pembangunan ataupun perbaikan sejumlah jalan yang telah rusak. Ini jelas adalah nilau kurang buat Unima,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Maikel tersebut.
Lelaki berkacamata tersebut bahkan mengira kalau mungkin saja para pimpinan tidak sadar dengan keberadaan jalan rusak meskipun mereka sering melaluinya. “Para pejabat kan menggunakan kendaraan mewah. Jadi bisa saja mereka tidak tahu kalau ada jalan rusak karena suspensi dari kendaraan yang mereka gunakan beda dengan suspensi kendaraan umum. Coba saja mereka naik mikrolet,” sindir Maikel.
Dikatakanya juga, hal seperti ini memang hanyalah masalah kecil jika dibandingkan dengan urusan akademik dan pengembangan kampus yang sementara menyibukan para pimpinan. Namun, ia berharap agar masalah kecil ini jangan dibiarkan supaya tidak menjadi besar. “Kalau masalah kecil tidak diperhatikan, bagaimana dengan yang besar. Seperti masalah Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) yang menjerat ribuan mahasiswa ?,” umbar Maikel.
Saat dikonfirmasi, Kepala Humas Unima Jonly Tendean SP MSi mengatakan kalau hal tersebut harus ditanyakan di Biro Perencanaan Unima atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Wah, kalau anggaran untuk peningkatan atau perawatan jalan, silahkan ditanya di Biro Perencanaan atau PPK. Mereka yang berkompeten untuk menjawab,” ujar Tendean.
Kantor Biro Perencanaan pun disambangi wartawan. Namun, beberapa kali bolak-balik, Kepala Biro Perencanaan Jemmy Tombokan selalu tidak berada ditempat. “Maaf, bapak (Jemmy Tombokan) sedang keluar,” ujar staf Biro Perencanaan.
(fis)

