Tondano, Fajarmanado.com – Fantastis. Itulah kata pertama yang keluar dari mulut Herry Plangiten, pemerhati pemerintahan di daerah ini.
Hal tersebut merujuk pada proyek pengadaan Interlock atau karpet pengalas lapangan voli di Minahasa yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2016 lalu yang mencapai angka Rp 700 juta. “Itu adalah angka fantastis. Karena hanya untuk pengadaan Interlock, biayanya menyentuh angka Rp 700 juta,” ujar Plangiten Jumat (21/4) tadi.
Lanjutnya, kalau ada Interlock dengan harga demikian, bisa diartikan kalau itu memiliki kualitas super hebat. Atau menggunakan bahan istimewa sehingga menyebabkan harganya juga istimewa. Disamping itu, Plangiten juga mengatakan kalau angka tersebut bisa diartikan tidak masuk akal.
Karena menurut kajian, ukuran lapangan voli yang adalah 18×9 meter. Kalau dipasang Interlock, bisa mencapai 15×23 meter dan isinya mencapai 345 meter bujur sangkar. “Informasi yang saya dapat, harga Interlock saat ini yang kualitasnya bagus, ada di angka Rp 300 ribu per meter bujur sangkar. Kalau pakai angka tinggi, bisa sampai Rp 500 ribu per merter bujur sangkar. Walau ada indikasi mark up, tapi masih rasional,” jelasnya.
Kalaupun luas lapangan yang akan dipasangi Interlock luasnya 500 meter bujur sangkar dan dikalikan Rp 500 ribu per meter, akan dapat angka Rp 250 juta. “Itu sudah hitungan tinggi. Tapi kalau angkanya mencapai Rp 700 juta yang ditata dalam APBD-P, lantas uang Rp 450 juta ada dimana ?,” uangkap Plangiten dengan penuh tanda tanya. “Atau mungkin saja uang tersebut untuk pengadaan Interlock untuk mengalas tiga lapangan voli,” sindirnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Minahasa Siby Sengke saat dimintai keterangan mengatakan kalau saat proyek pengadaan Interlock, belum ia tangani. “Itu masih ditangani waktu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga belum dipisah,” ujar Sengke.
(fis)

