Tunjang Perekonomian Minut, Jalur Ir Soekarno-Ringroad II Mulai Dikerjakan
UNTUK menunjang gerak perekonomian, saat ini pembangunan jalan tembus Ir Soekarno ke Ringroad II pengerjaannya mulai dilakukan.(foto: udi)

Tunjang Perekonomian Minut, Jalur Ir Soekarno-Ringroad II Mulai Dikerjakan

Airmadidi, Fajarmanado.com — Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terlihat terus membenah diri untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Sulut khususnya Minut. Pasalnya, kini pembangunan jalan  tembus Ringroad II dari patung Ir Soekarno Maumbi mulai dikerjakan dengan menggunakan  anggaran APBN 2017.

Hal tersebut dikatakan oleh Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Minut Allan Mingkid. “Pembangunan jalan tembus Ringroad II ini sudah mulai dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan,” tutur Mingkid, Rabu (19/4/2017).

Mingkid optimis jika pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 800 meter ini bisa selesai pada tahun ini. Sebab, masalah pembebasan lahan juga telah selesai dilaksanakan pemerintah daerah.

“Nantinya jalan tersebut akan dibuat lebar 30 meter dengan panjang kurang lebih 800 meter. Dengan adanya jalan ini, maka warga yang akan ke Manado dan Bandara sudah tidak lagi memutar ke arah Paniki Atas. Nantinya juga infrastruktur ini akan berfungsi mengurangi kemacetan di ruas jalan utama Maumbi hingga Airmadidi,” ungkap Mingkid.

Ditambahkan Mingkid, jika kelak infrastruktur ini selesai, maka jalan pintas yang sekarang ini digunakan masyarakat melewati Desa Paniki Atas, nantinya akan ditutup dari arah jalan Ir Soekarno. “Ini juga untuk mempermudah gerak perekonomian yang berada di Minut, Bitung, dan Kota Manado,” tutup Mingkid.

Sementara itu, salah satu warga memberi apresiasi atas langkah yang diambil Pemkab Minut. Karena jika jalan tersebut sudah jadi maka secara tidak langsung sudah membawa Minut dalam kondisi perekonomian yang lebih stabil. “Dengan terbukanya jalur ke Ringroad II, maka akan menjadi salah satu lokasi yang bisa juga ditonjolkan untuk pariwisata di Minut. Hanya saja, harapan saya, setelah jalan tersebut telah jadi dan digunakan maka pemeliharaan juga harus dijaga. Agar kenyamanan masyarakat tidak terganggu. Lihat saja jalur Ir Soekarno, kini jalannya sudah mulai banyak yang berlubang. Itu sangat berbahaya jika tidak diperhatikan,” ungkap Eca Namangge warga Desa Laikit Kecamatan Dimembe.

(udi)