Masyarakat Sebut Pemkab Minahasa Anaktirikan Kawangkoan
PARAH : Longsor di Kelurahan Talikuran Utara di lokasi yang biasa disebut Kelang oleh warga setempat.

Masyarakat Sebut Pemkab Minahasa Anaktirikan Kawangkoan

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Lambatnya penanganan beberapa titik longsor di Kawangkoan menjadi pembahasan hangat sejumlah warga wilayah tersebut akhir-akhir ini.

Bahkan ada yang tak segan menyebut kalau Pemkab Minahasa menganaktirikan wilayah Kawangkoan terkait pembangunan infrastruktur. Menurut penuturan Teddy Mapasa warga Kelurahan Talikuran Utara, ada beberapa titik longsor sangat parah yang sudah mengancam pemukiman warga di wilayah Kawangkoan Raya, namun sampai saat ini belum ada langkah konkrit yang dilakukan Pemkab Minahasa.

“Menurut pengamatan saya, Pemkab Minahasa menganaktirikan pembangunan di wilayah Kawangkoan Raya. Lihat saja longsor di Talikuran Utara. Itu sudah dari tahun 2014 sudah diusulkan supaya dibuat tanggul. Tapi sampai saat ini tak kunjung diperhatikan. Malah kerusakanya sudah lebih parah,” ujar Mapasa.

Lanjutnya, begitu juga dengan longsor di Kelurahan Talikuran dan Kinali. Semuanya belum disentuh pemerintah kecuali memberikan bantuan seadanya bagi warga yang kena dampak langsung. “Dulunya sudah pernah ditinjau bahkan pernah diukur oleh Dinas Pekerjaan Umum Minahasa. Tapi tidak ditindaklanjuti sampai sekarang. Ini kan menandakan kalau pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati sebagai pengambil keputusan, terkesan cuek dengan keadaan rakyatnya yang kesulitan,” cetusnya dengan nada kesal.

Ditambahkannya juga, waktu lalu Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow sempat mengatakan kalau untuk menangani longsor di Talikuran Utara, dananya akan ditata dalam APBD-P 2017. Tapi menurutnya, itu terlalu lama seiring seringnya terjadi longsor susulan yang mengakibatkan kerusakan semakin parah. “Saat ini intensitas hujan masih tinggi. Takutnya longsor di Talikuran Utara di tempat yang sering disebut Kelang akan semakin membesar. Intinya kami khawatir jangan sampai memakan korban jiwa,” jelas Mapasa.

Lain halnya diungkapkan Refino Sarayar, warga Talikuran Kecamatan Kawangkoan. Dikatakanya, Bupati JWS harus lebih peka dengan keluhan masyarakat. “Bupati JWS kurang peka. Mungkin lagi sibuk persiapan pemilihan bupati minahasa 2018 mendatang sehingga longsor di beberapa titik di Kawangkoan dianggal tidak penting,” umbar Sarayar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Johanis Pesik saat dihubungi wartawan mengatakan kalau pihaknya tidak memiliki dana untuk menangani longsor di Talikuran Utara. “Kami tidak punya dana. Untuk itu kami akan ajukan permintaan dana ke pemerintah pusat. Kalau tidak dapat, nanti diperjuangkan di APBD 2018,” singkat Pesik.

(fis)