Amurang, Fajarmanado.com – Banyak aset peninggalan bupati Drs RM Luntungan dan wakil bupati Ventje Tuela, S.Sos ‘mubasir’. Tapi, ada juga aset yang diperjuangkan bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE tidak digunakan. Kenapa hal ini bisa tejadi? Dan apakah pemerintahan saat ini enggan menggunakan aset-aset terdahulu. Tapi ingat, saat pemeriksaan BPK RI, semua aset baik peninggalan RM Luntungan dan Ventje Tuela dicari. Tapi, hanya untuk pendataan saja.
Ketua LSM Barisan Muda Teguh Bersinar (BM Tenar) Minahasa Selatan Willem Baba Mononimbar angkat suara terkait jumlah aset peninggalan bupati RM Luntungan dan wakil bupati Ventje Tuela justru dibiarkan.
‘’Tak perlu disebut, apa saja aset peninggalan RM Luntungan dan Ventje Tuela semasa memimpin Minsel periode 2005-2010. Namun demikian, kenapa justru saat pemeriksaan BPK RI, aset diatas juga ditanyakan. Berarti, kesungguhan Pemkab Minsel saat ini tidak ada toleransi dengan aset lama,’’tanya Mononimbar, Jumat (31/3/2017).
Mononimbar menegaskan, semua warga Minsel tahu dimana aset-aset peninggalan pemerintah terdahulu. Bahkan, satu diantaranya Puncak Kuntung Ramoy di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding yang semasa RML-VT sangat terkenal.
‘’Bahkan, Puncak Kuntung Ramoy tersebut banyak tamu negara yang singgah. Termasuk, sejumlah menteri pernah singgah di Puncak Kuntung Ramoy tersebut. Diantaranya lagi, mantan Gubernur Sulut SH Sarundajang, EE Mangindaan dan banyak lagi. Namun demikian, Puncak Kuntung Ramoy kini tinggal kenangan saja,’’jelasnya.
Menurut pejuang pembentukan Kabupaten Minsel ini, bahwa Pemkab Minsel saat ini tidak memiliki daya untuk mengangkat atau mempromosi Puncak Kuntung Ramoy yang sudah sangat terkenal. Tapi sayang informasinya, bahwa Puncak Kuntung Ramoy sudah diperjualbelikan oleh sejumlah oknum kepada pengusaha asal Jakarta.
‘’Ironis memang, bahwa Puncak Kuntung Ramoy yang terkenal luas saat ini tinggal kenangan. Padahal, warga Modoinding tidak mengetahui adanya salah satu perusahaan yang telah membeli lokasi tersebut. Selain puncak tersebut, banyak aset lainnya yang ‘mubasir’ lantaran tak dirawat oleh pemkab Minsel sendiri. Apakah Pemkab Minsel ‘malu’ melihat ataukah Pemkab Minsel enggan melihatnya lagi,’’tanya Baba-sapaannya.
Senada dikatakan Drs Dicky Umpel, BSc, bahwa aset-aset peninggalan RM Luntungan dan Ventje Tuela memang banyak. Asal tahu saja, bahwa sama nilainya antara aset peninggalan RML-VT dan aset CEP-SFT dan atau juga dipemerintahan CEP-FDW.
‘’Tetapi, sekarang tinggal bagaimana kita memulaikannya. Sementara bupati Christiany Eugenia Paruntu lagi pusing menunggu penyelesaian laporan aset yang diminta BPK RI. Ingat, bahwa batas penyelesaian laporan aset oleh BPK adalah Jumat (31/3) hari ini. Bila tidak, otomatis Minsel bakalan tak mendapat Opini WTP sebagaimana cita-cita bupati Tetty. Tapi, kita doakan agar semuanya berjalan dengan baik,’’pungkas Umpel.
(andries)

