Asosiasi Peternak Babi Sulut Goyang Kantor Bupati Minahasa
TERKENDALI : Suasana demo yang digelar Asosiasi Peternak Babi Sulut di samping Kantor Bupati Minahasa Selasa (21/3) tadi.

Asosiasi Peternak Babi Sulut Goyang Kantor Bupati Minahasa

Tondano, Fajarmanado.com – Keberatan dengan aktifitas dari PT Karya Prospek Satwa, ratusan orang yang mengaku tergabung dalam Asosiasi Peternak Babi Sulut menggelar aksi demonstrasi di samping kantor Bupati Minahasa Selasa (21/3) tadi.

Mereka menuntut supaya Pemkab Minahasa menertibkan pengusaha ternak babi yang tidak mengantongi isin. Selain itu, tuntutan yang lain juga terkait aktifitas PT Karya Prospek Satwa yag dinilai merugikan peternak babi dengan modal kecil. “Peternakan yang tidak memiliki isin supaya ditindak tegas. Karena itu, pemerintah harus menutup usaha yang demikian. Selain itu, kami juga minta supaya PT Karya Prospek Satwa ditutup. Karena kalau mereka terus beroperasi, peternak dengan modal kecil seperti kami bakalan gulung tikar,” ujar Donny Rumagit dalam orasinya yang sekaligus juga bertindak sebagai koordinator lapangan.

Rumagit juga mengatakan kalau perusahaan tersebut (PT Karya Prospek Satwa) sudah memegang kendali mulai dari hulu sampai ke hilir. Termasuk juga mulai dari pasokan pakan ternak sampai pada pemasaran dan penjualan daging babi.

“Gaya dari perusahaan tersebut sudah monopoli. Jadi mencerminkan kaum kapitalis. Kalau terus dibiarkan seperti ini, perusahaan tersebut akan semakin besar dan kita para peternak kecil akan gulung tikar. Lebih parahnya lagi, kita berpotensi menjadi budak di tanah sendiri,” teriaknya dengan menggunakan pengeras suara.

Dengan kondisi seperti ini, Rumagit beranggapan kalau pemerintah sudah tidak berpihak kepada kaum kecil. “Situasi seperti ini menunjukan bahwa pemerintah tidak pro rakyat dan berpihak kepada kaum kapitalis dan mengesampingkan kepentingan kaum kecil. Tolong supaya aspirasi kami ini segera ditindaklanjuti karena kami para peternak kecil sudah tersiksa. Apalagi perusahaan tersebut menjual pakan dengan harga yang mahal,” keluhnya sembari menambahkan kalau pihak legislatif juga sepertinya tutup mata dengan keadaan tersebut.

“Dua minggu yang lalu kami sudah sempat mengadu ke Deprov Sulut. Tapi sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari mereka. Kalau tidak ke pemerintah, lantas kami mau kemana lagi,” sesal Rumagit.

Berhubung Bupati Drs Jantje Wowiling Sajow, Wakil Bupati Ivan Sarundajang dan Sekkab Jeffry Korengkeng tidak berada ditempat, para demonstran diterima oleh Kabag Humas dan Protokol (Humpro) Moudy Pangerapan. Pangerapan yang saat itu mengambil alih panggung orasi (di atas mobil pick up) terlebih dahulu mengungkapkan permintaan maaf.

“Saya mewakili Pemkab Minahasa sangat memohon maaf karena pak Bupati, pak Wabub, pak Sekkab tidak bisa menerima dan mendengar langsung keluhan warga terkait tuntutan ini, karena ketiga pimpinan sedang ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. Jadi sekali lagi saya mohon maaf,” ujar Pangerapan.

Pangerapan mengatakan kalau Pemkab Minahasa sedang dalam upaya menertibkan usaha yang tidak mengantongi izin. “Tentunya kami akan menutup usaha itu jika tidak ada isin. Waktu lalu sudah sempat diperintahkan ke pemerintah kecamatan untuk mendata usaha-usaha yang ada. Bagi yang tidak memiliki isin akan langsung ditutup,” jelas Pangerapan dihadapan para pendemo. “Sangat diharapkan kesabaran dari bapak/ibu yang tergabung dalam asosiasi peternak babi. Pastinya tuntutan dari saudara-saudara akan disampaikan kepada pimpinan,” Kuncinya.

(fis)