Langowan, Fajarmanado.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan, yang kini menjadi rumah sakit rujukan regional, sangat membutuhkan kehadiran Bank SulutGo, baik membuka jaringan ATM (anjungan tunai mandiri), maupun kantor kas.
“Sebagai rumah sakit milik pemerintah provinsi Sulut, sudah sepantasnya Bank SulutGo hadir di sini. Apalagi semua pegawai negeri sipil, baik dokter, perawat, pegawai administrasi, maupun tenaga harian lepas (THL) yang bekerja di sini, semua menggunakan rekning Bank SulutGo,” ujar Direktur RSUD Noongan Enrico Rawung, melalui Kasubag Tata Usaha Maxie Roudy Reppie, SKM, MKes, kepada Fajarmanado.com, Selasa (07/03) di ruang kerjanya.
Dijelaskannya, pihak Bank SulutGo Cabang Langowan sudah pernah melakukan survey, namun kami masih menunggu realisasinya. “Karena kebutuhan akan kehadiran Bank SulutGo memang sudah mendesak,” tutur Reppie.
Ditambahkannya, kehadiran Bank SulutGo nanti, bukan saja menguntungkan para dokter dan pegawai, tapi juga masyarakat yang datang di rumah sakit ini.
Selain itu, katanya, rumah sakit ini berada di jalur jalan nasional, di mana banyak masyarakat yang lalu lalang sehingga Bank SulutGo ini akan menjadi alternatif terbaik untuk bertransaksi.
“Bahkan dalam kaitan dengan urusan dengan pihak ketiga, semua transaksi juga dilakukan dengan menggunakan Bank SulutGo,” tuturnya.
Pernyataan ini juga didukung, Audy Wungkar, SE, staf Penunjang Medik RSUD Noongan. Menurut dia, dengan adanya ATM atau kantor kas Bank SulutGo, akan mempermudah mereka bertransaksi, karena lokasinya sudah dekat dengan tempat pekerjaan.
Menanggapi usulan ini, Kepala Cabang Bank SulutGo Langowan, Meify Runtulalo, SE, yang ditemui terpisah, mengakui bahwa pihaknya memang sangat berkeinginan untuk membuka ATM dan kantor kas di RSUD Noongan.
“Hanya saja untuk berbagai informasi, sebaiknya menghubungi Kantor Pusat SulutGo. Karena kami tidak diperkenankan memberikan keterangn pers,” ujar Meify.
(jeffry)

