Harga Vanili Menggila
SF Torar

Harga Vanili Menggila

Tondano, Fajarmanado.com, – Bagi petani yang memiliki Vanili kering dengan kualitas super dengan jumlah besar, dijamin bakal kaya.

Betapa tidak, harga per kilogram (Kg) untuk saat ini mencapai Rp4 juta. Namun, ketersediaan Vanili sangat kurang. Jika ada petani yang menjual Vanili, itu adalah simpanan yang sudah bertahun-tahun ditahan karena harga waktu itu murah. “Saya sudah delapan tahun menyimpan Vanili ini di wadah toples. Ketika mendengar harganya sudah mahal, saya kemudian menjual ke pembeli di desa saya di Kapataran. Dan waktu itu mereka membeli Vanili saya dengan harga Rp2 juta per Kg untuk yang kualitas super,” ujar Maxi, salah satu petani yang sempat berbincang dengan wartawan media ini.

Meski demikian, ia merasa tidak rugi. Karena Vanili yang ia jual sudah disimpan selama delapan tahun. “Waktu itu memang saya belum mendengar kalau ada pembeli yang berani membayar Rp4 juta per Kg. jadi telah saya jual. Namun demikian, saya tidak merasa rugi,” jelas petani yang mengaku telah menjual Vanili sebanyak 12 Kg tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa SF Torar mengatakan kalau venomena Vanili memang rentan terjadi. Karena dalam venomena tersebut, telah berlaku hukum pasar. Dimana menurut Torar, jika terjadi kelangkaan komoditi, harganya pasti akan naik. Namun ketika komoditinya berlimpah, maka disitu harga akan turun drastis. “Ini adalah hal yang biasa dalam hukum pasar. Kondisi saat ini berdasarkan pengamatan kami, masyarakat sudah ramai-ramai menanam Vanili. Bisa jadi ketika musim panen tiba, harganya akan turun,” ujar Torar di ruang kerjanya.

Torar juga mengatakan kalau Vanili dari Sulawesi Utara memiliki kualitas nomor satu di Indonesia. Karena itu sangat wajar jika harganya mahal. “Terkait kualitas Vanili, kita bersaing dengan Vanili dari Bali. Tapi tetap Vanili dari Sulawesi Utara yang unggul. Untuk itu, saya mengajak petani agar rajin menanam. Bukan hanya ketika harga komoditi tertentu menjadi mahal baru mau menanam. Jadi, walau, harganya murah, tetap rajin menanam. Karena hukum pasar pasti berlaku,” pungkasnya.

(fis)