Tomohon, Fajarmanado.com – Pemkot Tomohon menaruh perhatian pada warga korban banjir di Kota Tomohon. Delapan rumah yang terendam air dari perut bumi pun ikut disambangi Wali Kota Jimmy Feldie Eman, SE.Ak dan Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan (JFE-SAS).
Didampingi Ketua DPRD Ir Miky Junita Wenur, JFE-SAS mendatangi dan melihat langsung keberadaan 8 rumah di lingkungan 7, Kelurahan Paslaten Dua, Kecamatan Tomohon Timur, yang direndam air secara langka itu.
Air yang meluap dan membanjiri ke 8 rumah tersebut bukan kiriman banjir bandang tetapi mecurat dari dasar tanah sehingga menembus pori-pori lantai beton dan tegel rumah. Keberadaan air pun tidak kotor, tapi bening dan jernih tak berbau, layaknya air minum.
JFE dan SAS serta MJW tampak heran mendengar penjelasan Lurah Paslaten Dua Alberd Mongi ikhwal kemunculan air yang merendam rumah warga di wilayahnya tersebut.
Mereka pun mendatangi dan mengamati satu persatu rumah yang direndam banjir langka di wilayah itu. “Tapi, menurut kesaksian orang-orang tua di sini, peristiwa seperti ini sudah pernah terjadi sekitar tahun 1971 lalu,” ungkap Mongi.
Pada kesempatan itu, Walikota Eman menginstrusksikan beberapa langkah pokok yang harus dilakukan, mulai dengan pembuatan jalan air untuk disalurkan sampai ke drainase sambil menunggu hasil pemeriksaan.
Sementara itu, ia menginstruksikan instansi terkait untuk menjalankan fungsinya masing-masing.
“Dinas Kesehatan harus turun meninjau langsung para warga sehingga bisa dilakukan penanganan jangan sampai terserang penyakit, karena terdapat warga yang rumahnya digenangi air, salah satu anggota keluarganya yang sedang sakit,” ujar Eman.
Saat itu, Eman menyerahkan bantuan berupa beras, makanan cepat saji dan tikar kepada keluarga korban. Selain memberi bantuan hidup dasar, ia mengatakan Pemkot sedang menyiapkan langkah lebih lanjut apabila harus melakukan evakuasi.
“Bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD telah diberikan, tinggal kita sedang mencari cara untuk mengatasi kejadian ini,” paparnya.
Eman mengharapkan agar masyarakat bisa menjaga keadaan kesehatan namun tetap berkoordinasi dengan Lurah apabila terjadi sesuatu.
Terpantau hadir mendampingi JFE-SAS ketika melakukan peninjauan pada Kamis (23/2) sore itu, juga Kasat Pol PP AKBP Nico Pangemanan, Kadispora Theo Paat dan jajaran pejabat Pemkot Tomohon lainnya.
(prokla)

