JWS Pastikan Bongkar Bangunan Yang Berdiri diatas Saluran Air
Tampak saluran air di Kelurahan Tataaran yang tersumbat akibat ukuranya sudah menyempit.

JWS Pastikan Bongkar Bangunan Yang Berdiri diatas Saluran Air

Tondano, Fajarmanado.com – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow (JWS) MSi memastikan kalau bangunan yang berdiri diatas saluran air, akan dibongkar.

Namun menurutnya, hal tersebut akan dilakukan dengan santun dan sesuai prosedur. “Bangunan yang berdiri diatas saluran air atau yang mengaibatkan saluran air menjadi sempit, akan kita bongkar. Tapi kita akan menggunakan pendekatan persuasif,” ujar JWS.

JWS menyakini kalau bangunan yang berdiri diatas saluran air atau menyebabkan penyempitan, pastinya tidak dilengkapi dengan dokumen tentang bangunan. “Harus kita akui jika penyebab utama banjir di Tataaran karena saluran air yang tersumbat. Selain itu ada juga saluran air yang menyempit akibat ulah manusia. Bahkan ada yang sudah tidak ada saluran. Dan ini akan kita tindak tegas,” jelasnya.

Menurutnya juga, normalisasi saluran air sangat mendesak. Sebab itu pihak Dinas PU telah diminta untuk melakukan analisis anggaran apakah bisa dilakukan pergeseran. “Dinas PU telah saya instruksikan supaya melakukan penghitungan untuk dilakukan pergeseran anggaran. Supaya anggaran tersebut bisa kita gunakan untuk normalisasi saluran air di Tataaran. Yang sudah sempit kita buat jadi lebar, yang tersumbat kita perbaiki. Supaya tidak ada lagi banjir-banjir seperti yang terjadi diawal pekan berjalan ini,” tegasnya.

JWS juga menyinggung soal keberadaan ribuan mahasiswa yang tinggal indekost di Tataaran. Menurutnya, kalau sering terjadi banjir, nantinya study dari mahasasiswa akan tersendat. “Disamping kerugian yang diderita oleh masyarakat setempat, pastinya juga, mahasiswa yang tinggal di Tataaran mengalami banyak kerugian termasuk peralatan elektronik. Mudah-mudahan, setelah pemerintah memperbaiki masalah saluran air ini, banjir tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya.

Terpsiah, Heaven salah satu mahasiswa yang tinggal di Tataaran mengatakan kalau disamping pemerintah akan melakukan pekerjaan normalisasi saluran air, masalah sampah juga harus diperhatikan. “Saya amati, kesadaran terkait membuang sampah pada tempatnya harus dipupuk lagi. Terkait hal ini pemeritah harus menemukan formula yang ampuh supaya masyarakat menjadi kapok membuang sampah bukan pada tempatnya,” singkat mahasiswa asal Minahasa Selatan tersebut Kamis (23/2) tadi.

(fis)