Langowan, Fajarmanado.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan, Langowan, Minahasa, berada di lokasi yang sangat indah, dan memiliki nilai sejarah. Karena itu, rumah sakit ini bisa berfungsi sebagai rumah sakit wisata atau hospital tourisme.
Direktur RSUD Noongan dr. Enrico Rawung, MARS, mengungkapkan, keberadaan rumah sakit yang awalnya dibangun oleh pemerintah Belanda tahun 1932 dan selesai tahun 1934 ini, sangat layak untuk menjadi rumah sakit wisata.
“Di sini para pasien maupun pengunjung yang datang, bukan saja dapat menikmati pelayanan kesehatan, tapi juga bisa menikmati keindahan alam yang mengelilingi rumah sakit ini. Karena itu, kami bertekad akan terus menata lingkungannya, sehingga tampak indah dan bersih,” ujar dr Enrico kepada Fajarmanado.com di Langowan, Selasa (21/2).
Enrico, yang selumnya menjabat Kepala Balai Penunjang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Sulut ini, baru saja memegang jabatan direktur di rumah sakit tersebut, menggantikan dr Vally Ratulangi, yang kini menjabat kepala UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.
RSUD Noongan yang kini menjadi rumah sakit rujukan regional, sedang diupayakan untuk menjadi rumah sakit tipe B.
Saat ini, rumah sakit Noongan baru saja memiliki struktur baru, berdasarkan perubahan organisasi perangkat daerah yang baru. Struktur pimpinan yang baru terdiri dari, Direktur dr Enrico Rawung, MARS, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Maxi Roudy Reppie, SKM, Mkes, Kepala Seksi Pelayanan Medik dr Purwanto MKes, dan Kepala Seksi Perawatan dan Penunjang Medik Tinny F. Sambeka, SKM, MARS.
(jeffry)

