Sinertklas ‘Sungguhan’ Muncul di Bandara Samratulangi Manado
Sinterklas Angkasa Pura 1 Bandara Sam Ratulangi bersama dua anak yang memperoleh cokelat gratis, Sabtu (24/12), siang tadi.

Sinterklas ‘Sungguhan’ Muncul di Bandara SamRatulangi Manado

Manado, Fajarmanado.com – Menjelang sampai pasca perayaan Natal, santa claus yang dikenal Sinterklas bermuculan di mana-mana. Mereka membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak.

Namun, kedatangan ‘sinterklas’ menemui anak-anak dan membagikan hadiah-hadiah di era modern selama ini, ternyata telah didaftarkan oleh orang tua atau wali dengan menyetor sejumlah uang.

Nilai uang yang disetor tentu saja relatif lebih besar dengan ‘barang’ yang diberikan kepada anak yang didaftarkan orang tua. Tujuannya, kebanyakan, agar anak akan berubah sikap dan patuh pada orang tua.

Sinterklas juga muncul di Bandara Samratulangi Manado, Sabtu (24/12) tadi. Anehnya, mereka menghampiri setiap anak, yang tidak jelas asal usulnya. Dalam arti, orang tuanya  tidak mendaftarkan anak mereka ikut program Sinterklas di airport kebanggaan warga Sulut ini.

Sebagaimana Sinterklas ‘modern’ pada umumnya, Sinterklas Bandara Samratulangi juga langsung menghampiri anak-anak yang mereka lihat.

“Itu, banyak anak di sana,” ujar Inggried, wanita salahsatu pendamping Sinterklas Bandara Sam Ratulangi.

Hitman, pria 170-an centimeter berpostur tambun pun yang berperan sebagai Sinterklas ini pun berbegas dari Pos Pengamanan Natal menuju depan lobi kedatangan.

Di lobi, dia menyapa seorang anak yang duduk di atas barang-batang yang dimuat pda trailer. Semula, anak laki-laki berusia sekitar empat tahun itu pun terkesan takut, menangis. Ketika disapa dengan lembut dan disodorkan cokelat, anak itu pun menerimanya.

Di belakangnya, dua anak tengah bercanda. Yang pria berusia sekitar tiga tahun, satunya wanita enam tahun. Melihat kedatangan pria layaknya ‘raksasa kecil’ beratribut merah dengan janggut putih, mereka pun terhenyak.

Bahkan, EloyRiven, anak pria tiga tahun ini menangis ketakutan bersembungi di balik tentenya, Detty Sorongan. Akhirnya, Eloy pun menerima cokelat yang diberikan Hilman.

Lantas, darimana hadiah yang diberikan itu, Inggried mengatakan bahwa berasal dari Perusahaan Angkasa Pura (AP) I Samratulangi.

“Kami ditugaskan perusahaan untuk melaksanakan program Sinsterklas ini,” ujarnya, didampingi Lisa, rekannya sesama pegawai Perum AP I Angkasa Pura Samratulangi ini.

(ely)