Ratusan Juta Uang Rakyat Menguap Biayai Bimtek 227 BPD Se Minahasa
Para peserta Bimtek BPD se Kabupaten Minahasa selang 12-15 Desember 2016 di Mercure Tateli Beach Hotel Manado ketika rehat. Foto: Ist

Ratusan Juta Uang Rakyat Menguap Biayai Bimtek 227 BPD Se Minahasa

Kawangkoan, Fajarmanado.com – Oknum Aparatur Sipil Negera (ASN) BPMPD Minahasa diduga menjadikan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) hukum tua, perangkat desa dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai proyek memperkaya diri.

Santer disebut-sebut setiap kegiatan yang berlebel peningkatan kapasitas ini dibiayai dengan alokasi dana desa  (ADD) 2016. Besaran anggarannya pundinilai tak sebanding dengan total dana yang diambil dari pos ADD 227 desa.

“Semua dana itu, baik Bimtek atau peningkatan kapasitas hukum tua, sekdes, bendahara dan pengurus PKK desa dan pengurus BPD telah ditata dalam ADD,” kata sumber pengurus BPD kepada Fajarmanado.com dalam sepekan terakhir ini.

Mereka pun menunjuk kegiatan Bimtek tiga hari pengurus BPD se Minahasa di Mecure Manado Tateli Beach Hotel, selang 12—15 Desember 2016. Total dana yang tidak terpakai ditaksir minimal Rp.200 juta lebih dari total Rp.635.600.000.

Jumlah dana ini, belum termasuk anggaran pelatihan atau Bimtek yang ditata dalam program BPMPD tahun 2016.

“Saya kira semua desa sama, telah menata pelatihan BPD dalam daftar kegiatan  penggunaan ADD 2016 sebesar 2.800.000 (rupiah). Jika dikalikan 227 desa, maka terkumpul sebanyak 635.600.000 (rupiah),” ungkap sumber pengurus BPD pada salahsatu desa di Minahasa ini.

Dana sebesar itu, tidak dititip atau dibawa pengurus BPD yang mengikuti pelatihan tiga hari tersebut namun disetorkan hukum tua kepada pihak BPMPD sebelumnya. “Kami menerima uang duduk masing-masing 150 ribu (rupiah),” ujar sumber lain.

Potensi dana yang tidak terpakai, disinyalir berada pada pos sewa kamar hotel karena setiap kamar ditempati dua orang. Hotel bintang 4 sekelas Mercure Manado Tateli Beach, harga kamar maksimal berkisar Rp.600 ribu per hari termasuk minum plus snack dan sarapan.

“Kami yang hadir ada 200 orang lebih. Hitung saja 200 orang, maka kamar yang dipakai dan dibayar hanya 100 kamar sehingga pos anggaran sewa kamar saja hanya separoh yang digunakan  atau sekitar 60 juta (rupiah) setiap hari,” ungkap sumber.

Mereka membenarkan jika masih juga ada dana lain yang dikeluarkan panitia, yakni untuk makan siang dan makan malam selama tiga hari para peserta pelatihan dan juga personil panitia.

“Oke lah, hitung saja harga menu makan siang dan makan malam sebesar 100 ribu perorang dan anggap saja pula bahwa semua BPD di Minahasa yang  berjumlah 227 mengutus orang, maka biaya makan yang dikeluarkan tiap hari hanya 22.700.000 (rupiah),” katanya.

Dengan demikian, jika sinyalemen ini benar maka total biaya tiga hari pelatihan tersebut dengan 227 peserta hanya berkisar Rp.307.650.000, terdiri dari Rp.205.500.000 untuk kamar hotel, Rp.68.100.000 makan siang dan makan malam, serta uang saku peserta yang berjumlah total Rp.34.050.000.

Mengenai sewa gedung tempat pelatihan, mereka mengaku tidak tahu persis disepakati berapa perhari.

“Tapi biasanya, agak murah kalau dikontrak selama tiga hari. Ya, anggap saja sekitar 127 juta digunakan bayar narasumber dan sewa gedung pertemuan, maka masih ada 200 juta yang entah digunakan untuk apa,”  ujar sumber yang enggan disebut jati dirinya ini.

Sementara Kepala BPMPD Minahasa Jefry Sumendap Sayow, SH tak berhasil dihubungi sampai Rabu (21/12). Namun, Sekretaris BPMPD Minahasa Drs Ronald Ruindungan yang berhasil dihubungi kemudian, membatah sinyalemen tersebut.

(ely)