Tumpaan, Fajarmanado.com – Pers Minahasa Selatan, Selasa (20/12) melaksanakan Ibadah Natal bersama anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan ‘’Gideon’’ Popontolen, Kecamatan Tumpaan.
Menariknya, bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan wakil bupati Franky Donny Wongkar, SH ikut hadir pada acara bersama wartawan Biro Minsel dan anak-anak penghuni panti tersebut.
Sebelum hotbah yang disampaikan Isak Mamoto, S.Th, salah satu wartawan Pers Minsel ini, bersama pemimpin Panti Asuhan Gideon, Gbl Victor Palar, S.Th, anak-anak yatim piatu pun dipanggil berkumpul di depan. Sementara liturgi dibagikan, mereka melantunkan tembang Natal; Selamat Natal Mama-Papa.
Lagu yang diaransemen dari tembang “Selamat Pagi” itu, ternyata sangat menyentuh dan menggugah emosi sebagian besar yang hadir.
Tetty, sapaan akrab Bupati Minsel ini, tampak tertegun mendengar lantunan lirik lagu melankolis ini. Entah sadar atau tidak, air mata wanita anggun nan cantik ini tampak menetes membasahi kulit wajahnya yang putih bersih.
Meski matanya tertutup kaca mata, mata wanita yang juga telah yatim ini terlihat mulai berkaca-kaca. Tetty tak mampu menyembunyikan keharuannya.
Perubahan rona wajahnya yang memerah disertai tetesan air bening yang menyelinap di antara kacamata dan pipinya, membuat semua yang melihatnya, tahu persis jika bupati yang dikenal dekat dengan rakyatnya ini, tengah tergugah. Sesekali dia tertunduk dan menyeka wajahnya dengan sapu tangan.
Wakil Bupati (Wabup) Franky Donny Wongkar, SH yang duduk di samping Tetty, pun ikut tergugah emosinya. Meski tampak berusaha tegar, tapi ke dua mata Sekretaris DPD I PDI Perjuangan Sulut ini juga terlihat memerah, berkaca-kaca.
Tak hanya bupati dan wabup, beberapa wartawan Biro Minsel yang hadir pun, juga ikut tergugah emosinya. Bahkan tak sedikit yang tidak mampu menahan air mata dan menetes karena tidak lagi memiliki ayah dan ibu, sebagaimana anak-anak yatim piatu Gideon Popontolen.
Pada kesempatan khotbahnya, Mamoto menyentik keberadaan tugas wartawan yang sehari-hari mengekspresikan momen-momen dalam bentuk deskripsi dalam karya jurnalistiknya.
Karya-karya jurnalistik wartawan mencakup semua aspek kehidupan, bukan hanya berita-berita serimonial yang berupa sambutan atau pernyataan para sumber berita, tetapi juga mengenai suka duka kehidupan sosial yang dijumpai dan dialami masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tetty mengungkapkan apresiasi dan rasa syukurnya bisa menghadiri ibadah Natal bersama wartawan dan anak-anak yatim piatu.
“Mungkin baru kali ini saya ada bersama kalian semua. Tapi, sebetulnya saya akan selalu ada bilamana benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.
Tetty menyatakan, suasana ibadah Natal bersama wartawan dan anak-anak panti asuhan Gideon amat beda dengan di tempat lain.
“Sungguh hikmat, di kala kita sendiri atau bersama-sama dengan anak-anak tercinta. Dan, suasana ini bagi anak yatim tentu juga tidak sama dengan kita yang masih memiliki orang tua,’’ ujar Bupati Tetty, yang saat itu sesekali menyeka air matanya.
Tetty juga mengingatkan kepada semua pihak, baik awak media maupun anak-anak panti asuhan agar terus bergantung dan mengucapsyukur pada Tuhan setiap saat.
“Artinya, apapun yang Tuhan berikan, kita harus selalu mengucap syukur. Karena, ucapan syukur yang melimpah, itu adalah nubuatan Tuhan bagi kita. Dan kalian (wartawan), saya percaya selalu menulis dengan kasih,” paparnya.
Bupati juga mengapresiasi jika ada karya jurnalistik yang bernuansi mengkritik.
“Kritik itu baik. Karena kritik juga untuk pembangunan. Namun, janganlah menulis dengan emosional atau tendensius,” ujarnya.
“Sekali lagi, sikap pemerintah selalu mendukung program wartawan. Seperti acara perayaan Natal di panti asuhan ini,,’’ sambung Ketua DPD II Partai Golkar Minsel ini.
Selain wakil bupati Franky Donny Wongkar, SH, hadir juga pada kesempatan itu, yakni, Camat Tumpaan Frengky Toar, SE, Hukum Tua Desa Popontolen Ritta Mawei, SE dan insan Pers di Minsel.
(andries)

