Amurang, Fajarmanado.com – Baru sekitar dua bulan lebih pekerjaan proyek pembangunan jalan Buyungon-Kilometer Tiga yang berbandrol Rp 4,4 miliar selesai namun kini sudah mulai rusak.
Bukan hanya itu, sekitar 100 meter lebih dari jalan Palambean Buyungon mengalami longsor dan mengancam ambruk jalan yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter dari dasar DAS Ranoyapo tersebut.
Sonny Pusung, warga Buyungon mengaku kaget melihat jalan potong Buyungon-Kilometer Tiga sudah mulai rusak. ‘’Baru sekitar dua bulan lebih proyek jalan penghubung antara Kelurahan Buyungon dengan Desa Kilometer Tiga selesai tapi terlihat ada beberapa titik sudah mulai hancur,’’ ujarnya.
Sopir ini pun mengatakan, bukan hanya jalan hotmix yang rusak. Tetapi, ada jugabeberapa titik longsor sekitar 10 hingga 15 meter di pintu keluar jalan Palambean Buyungon.
‘’Yang pasti, longsor terjadi akibat hujan berkepanjangan yang melanda Amurang dan Minsel belakangan ini. Kerusakan pada beberapa titik jalan lebih disebabkan karena aspal yang tipis dan kwalitas pekerjaannya yang terkesan asal jadi,” ujarnya.

Sementara itu, Hanny Pantow warga Kelurahan Ranoiapo, mengatakan, tingginya aktivitas bolak balik mobil dump truk mengangkut pasir DAS Ranoyapo di ruas jalan tersebut memberi andil cepatnya kerusakan ruas jalan itu.
“Kerusakan jalan terjadi lebih disebabkan oleh kwalitas pekerjaan hotmix jalan yang juga relatif tipis. Makanya, karena masa pemeliharaan suatu pekerjaan proyek tiga bulan, maka pihak kontraktor harus segera menindaklanjuti perbaikan supaya keruakan tidak lebih parah lagi,’’ jelas Pantow, Selasa (13/12).
Pantow mengaku setiap pagi dan sore lewat jalan Jalan Buyungon-Kilometer Tiga itu, karena memiliki kebun di Lopana Kecil. Untuk itu, dia mengharapan Dinas PU Minsel turun dan melihat kondisi jalan yang mulai rusak.
“Untuk mencegah jangan sampai lebih bertambah rusak, sebaiknya Dinas PU Minsel segera meminta pihak kontraktor memperbaikinya. Karena saat ini masih masuk masa pemeliharaan,’’ katanya.
Kepala Dinas PU Minsel, Jootje M Tuerah, ST MM melalui Kepala Bidang Bina Marga Ventje Karouwan, ST MSi berterima kasih atas informasi tersebut.
“Pertama, kami akan turun memantau ke lokasi aspal hotmix yang dilaprkan rusak dan longsor itu,” katanya.
Namun ke dua, katanya jalan tersebut masih dalam kondisi pemeliharaan. Untuk itu, lanjut Karouwan, pihaknya akan memperintahkan kontraktor untuk segera memperbaikinya.
“Ketiga, perbaikan harus selesai sebelum Natal dan tahun baru 2017. Sebab, untuk sisa pembayaran ke pihak ketiga, masih masuk APBD 2016,’’ tukas Karouwan.
(andries)
